Senin, 01 Nopember 2021
Judul : Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)
Grup : 3
Resume ke : 1
Tema : Membangun Digital Space yang Aman untuk Anak
Nara Sumber : Wijaya Kusuma, S.Pd., M.Pd.
Moderator : Dail Ma'ruf, M.Pd.
Selasa, tanggal 2 November 2021 awal saya bergabung di grup 3 setelah diinfokan sebelumnya di grup MGMP Bahasa Inggris SMK Kota Pangkalpinang, namun hati belum terketuk untuk bergabung dikarenakan banyaknya kegiatan sehingga takut untuk mendaftar karena saya fikir bakalan sulit untuk fokus dengan kegiatan GMLD (Guru Motivator Literasi Digital). Namun siangnya saya kembali disuguhi dengan kiriman blog teman yang harus saya komentari, dan sayapun memberi komentar.
berawal dari komentar itulah hati terdorong untuk ikut serta mendaftar dalam kegiatan GMLD, meskipun terlambat, tapi saya yakin saya bisa mengikuti pelatihan ini dengan baik. Hari ini saya mulai membuat Blog dengan arahan teman, hingga akhirnya bisa terwujud blog pribadi yang awalnya tidak terpikir sama sekali untuk memiliki blog ini.
Tema yang disampaikan oleh Om Jay tentang Membangun Digital Space yang Aman untuk Anak sangat cocok dengan kondisi saya sebagai orang tua yang keduanya harus bekerja meninggalkan anak-anak yang masih dalam usia antara 8 tahun sampai dengan 11 tahun. Dimana pada masa Pandemi ini anak-anak kami harus belajar secara online tanpa adanya pengawasan dari orang tuanya. Sempat khawatir juga untuk meninggalkan HP di rumah namun tuntutan agar anak-anak tidak tertinggal pelajaran, maka mereka harus dibekali dengan 1 HP untuk di pakai secara bergiliran.
Dari materi yang disampaikan Om Jay, ada beberapa cara yang tentunya efektif untuk diterapkan dalam membangun digital space yang aman untuk anak, yaitu:
1. Mengajak anak untuk mengetahui perkembangan dunia digital.
2. kita harus memahami psikologi anak anak dan perkembangannya dalam dunia digital.
3. Kita harus menyadarkan anak tentang apa saja resiko kejahatan siber pada anak
4. Aman dan nyaman berinternet bersama keluarga tercinta.
Dari keempat poin di atas semuanya mempunyai makna yang signifikan bagi orang tua yang harus memiliki peran untuk menjadi bijak dan tepat dalam memberikan kesempatan kepada anak untuk lebih bisa menggunakan HP tanpa harus menimbulkan phobia yang berdampak negatif bagi tumbuh kembangnya kepribadian dan pemikiran anak-anak.
Om Jay pun menjelaskan bahwa membangu digital space yang aman untuk anak harus dimulai dari kita sebagai orang tua. Ibarat membangun rumah, maka pondasinya harus kuat dan kita pun harus melandasi dasar pendidikan kita ibarat dengan menanam pohon pendidikan, yaitu akarnya berupa Moral dan budaya, batangnya berupa ilmu pengetahuan, rantingya amal perbuatan, daunnya tali silaturahmi dan buahnya berupa kebahagiaan.
begitu menyentuhnya materi Om Jay yang saya baca, semoga bermanfaat bagi saya khususnya dan bagi orang tua umumnya, menghilangkan segala ketakutan yang ditimbulkan dari memberi kebebasan menggunakan HP bagi anak-anak kita.
Maulidiawati
Mantap resumenya bu... Semangat selalu
BalasHapusterima kasih umma bang Rafa
BalasHapus