Jumat, 26 November 2021

MENGEKSPRESIKAN DIRI YANG BAIK DI MEDIA SOSIAL

 Jum'at, 26 November 2021

Judul                    : Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)

Grup                    : 3

Resume ke          : 12

Tema                   : Mengekspresikan Diri yang Baik di Media Sosial

Narasumber        : Dra. Sri Sugiatuti, M.Pd

Moderator          : Dail Ma'ruf

Sore-sore makan gorengan talas
Sambil duduk memandang langit
Bersiap menunggu kuliah ke dua belas
Biar dapat ilmu setinggi langit

Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh
ting tong...ting tong...pertanda semakin banyaknya peserta yang bergabung di kuliah sore GMLD pertemuan ke dua belas, alhamdulillah akhirnya pak Dail yang bertindak sebagai moderator bisa menyapa bapak ibu hebat peserta GMLD. Sore ini Pak Dail akan mendampingi Bunda Kanjeng sebagai Narasumber dengan tema "Mengekspresikan Diri yang Baik di Media Sosial".

Ada trouble dikit ya sepertinya...kebocoran suara yang tidak di mute...hehehe...saatnya waktu bagi Bunda Kanjeng untuk membersamai peserta GMLD mulai pukul 16.00 to 18.00 WIB. Bagaimana Berperilaku baik di dunia maya dan bagaimana menjadi netizen yang baik, youtuber yang baik untuk mendapatkan yang terbaik dengan memanfaatkan waktu selama 24 jam dengan baik.

Mau tidak mau, suka tidak suka saat ini kita di paksa untuk menggunakan dunia maya sebagai pengganti tatap muka, dimana jaringan yang ada menjadi tanggung jawab pemerintah. kita sebagai pendengar dan pengoment harus memiliki adab, etika yang baik, tata krama yang baik sehingga tidak menjadikan kisruh di mana-mana. baikya kita bertabayyun dahulu sebelum kita menyampaikan hal-hal penting yang kita dapat.

kaca mata lima dimensi, maksudnya adalah menilik setiap info yang kita baca untuk kita kaji dan telaah terlebih dahulu. sebagai netizen kita harus pandai menyaring semua info agar kita tidak masuk ke ranah yng bukan koridor kita karena internet ibaratnya seperti dua mata pisau, agar terhindar dari tajamnya informasi yang kita sampaikan. Contohnya kita bergabung dalam satu komunitas maka ikuti aturan yang ada dalam komunitas tersebut. Jikapun kita punya guyonan, maka gunakan guyonan yang baik, yang tidak menyinggung perasaan teman-teman dalam satu komunitas.

berhati-hati di dunia maya, waspadai penyusup saat berselancar di medsos, waspadai no dengan kode 043 adalah nomor yang biasanya dicatut untuk suatu kebohongan yang biasanya berisi bujuk rayu. Manfaatkan media sosial untuk hal-hal yang positif. Bunda Kanjeng memberikan kesempatan sebesar-besarnya untuk sharing.

Budaya menonton lebih di sukai daripada budaya membaca, Youtube lebih diminati daripada sebuah bacaan. Setiap tulisan pasti ada penggemarnya. warning aja nomor yang tidak kita kenal. dalam sebuah grup yang sehat, ada admin yang memiliki hak untuk membuat peraturan dan menegur peserta yang berlaku tidak pantas. Pengalaman yang buruk bisa diambil hikmahnya dengan cara dituangkan dalam bentuk tulisan, yang menjadi memoar.

Dari pemaparan kuliah sore ini bisa diambil kesimpulan bahwa baik sebagai apapun peran kita di dunia maya, sebagai pengguna media sosial yang aktif hendaknya kita harus berperilaku, beretika yang baik dan santun dalam menuangkan tulisan tanpa tinta namun penuh makna. Sebaiknya pula kita harus waspada terhadap kemungkinan-kemungkinan buruk yang muncul membersamai peran kita di media sosial. Setiap orang pernah merasakan pahit getirnya sosial media dan mendapatkan pengalaman buruk yang membuat traumatik, namun jadikan lah hal itu sebagai momentum berbagi pengalaman untuk menjadi suatu karya yang bisa dinikmati khalayak umum. 

Semoga Allah SWT senantiasa menjaga kita dimanapun kita berada. Aamiin allahumma aamiin.

Maulidiawati


Selasa, 16 November 2021

MENYALURKAN HOBI DI PLATFORM DIGITAL

Senin, 15 Nopember 2021

Judul                : Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)

Grup                : 3

Resume ke      : 7

Tema               : Menyalurkan Hobi di Platform Digital

Nara Sumber   : Rita Wati, S.Kom

Moderator       : Rosminiyati, S.Pd

 


Hujan gerimis masih terasa saat sore menjelang malam, pukul 16.00 sudah standby lagi di depan WAG GMLD, Ibu Rosminiyati sebagai moderator membuka kuliah sore dengan ucapan salam, menyapa dengan hangat dan mengingatkan kami apakah sore ini kami sudah tersenyum, tak lupa pula membuka kegiatan selalu diawali dengan doa sesuai dengan agama dan keyakinan kami masing-masing. Kemudian beliau menyampaikan bahwa tema pertemuan ketujuh pada sore ini adalah "Menyalurkan Hobi di Platform Digital" dengan narasumber yang berprofesi sebagai guru multitalenta dengan segudang prestasi di tingkat nasional, baik sebagai blogger, writer, moderator sekaligus youtuber yaitu ibu Rita Wati, S.Kom.

Diawali dengan pertanyaan ibu Rita Wati "apa hobi Bapak/Ibu?". Sudah tentu muncul berbagai variasi  hobi yang dimiliki oleh teman-teman peserta GMLD, diantaranya ada traveling, membaca, kuliner, musik dan lain-lain yang tentu saja akan sangat bermanfaat jika hobi ini disalurkan melalui Platform digital.  Seperti yang ibu Rita contohkan jika menulis bisa disalurkan ke dalam blog atau Web YPDT. jika hobi musik, bernyanyi bisa disalurkan ke youtube dan hobi quotes bisa disalurkan melalui medsos. Artinya jika hobi kita disalurkan dengan tepat dalam media digital hasilnya bisa jadi diluar ekspektasi kita. Bahkan seorang guru bisa  menjadikannya ladang amal dengan memberikan ilmu yang bermanfaat jika banyak konten materi pelajaran pada platform digital.

Ada 5 manfaat menyalurkan hobi pada Platform Digital yaitu:

1. Membangun Personal Branding

2. Bermanfaat untuk orang banyak

3. Meninggalkan jejak digital

4. Mulai dikenal dan diundang dalam berbagai seminar/workshop

5. Mendapatkan income tambahan

Jika kita sudah mulai aktif menggunakan Platform Digital, maka dengan sendiri ide kita akan mengalir namun sudah pasti perlu dukungan dari komunitas seperti Komunitas GMLD, agar bisa memberikan amunisi baru, semangat baru yang makin menguatkan keinginan seseorang untuk meneruskan hobinya. Selain itu dukungan dari keluarga amatla besar peranannya, perbanyak membaca buku, baca alam, blog walking agar semakin mudah menemukan ide-ide baru, dan semuanya berproses, fokus dan konsisten adalah hal yang harus dilakukan sebagai bentuk pengembangan hobi kita.

Sebagai closing statement dari ibu Rita bahwa untuk menjadi seseorang yang ahli dan mahir pasti melalui sebuah proses, ketika kita sudah tergabung dalam KOMUNITAS sesuai dengan hobi kita, maka tunggu saja kejutan-kejutan yang akan kita dapati dengan komunitas ini. Ibu Rita meneruskan pesan penutup dari ibi kita Kartini that Nothing is impossiblein this world what we look upon today, tomorrow maybe accomplished fact. Moderator menutup kuliah sore dengan mengucapkan salam.

Sebagai pembelajaran yang bisa kita ambil dari kuliah sore ini, ayo kita mulai menentukan hobi dan passion kita dimana lalu kita fokus melakukannya dan melatih diri secara kontinyu yang bisa diuangkan melalui platform  digital dengan bantuan dan dukungan komunitas, dalam hal ini komunitas GMLD.

Demikianlah resume yang saya tulis, moga nara sumber dan moderator makin diberikan keluasan ilmu oleh Allah SWT serta kawan-kawan komunitas GMLD khususnya pemula seperti saya diberi keteguhan hati untuk berani mengembangkan hobi dan makin bijak menggunakan platform digital yang makin canggih. aamiin allahumma aamiin. 


Merangkai kata berujung buntu

Gadis cantik berbadan sintal

Hobi menulis sungguh la bermutu

Jika sudah muncul di platform digital


Maulidiawati

Sabtu, 13 November 2021

MENJADI PEJUANG KEBENARAN DITENGAH GEMPURAN HOAX

Jum'at, 12 November 2021

Judul                : Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)

Grup                : 3

Resume ke      : 6

Tema               : Menjadi Pejuang Kebenaran Ditengah Gempuran Hoax

Nara Sumber  : Ms. Phia Selfiarti

Moderator      : Deni Darmawan


Pertemuan ke-6 kegiatan GMLD dimulai pada pukul 16.00 via zoom bersama Bapak Deni Darmawan sebagai Moderator dan Ms. Phia sebagai Narasumbernya membahas tentang "Menjadi Pejuang Kebenaran di Tengah Gempuran Hoaks". 

Teringat kembali dengan materi GMLD pada pertemuan ke-5, bahwa sesungguhnya berita hoaks amatlah berbahaya bagi siapa saja yang tidak punya tameng untuk menepis dan mencari tahu kebenaran suatu berita, maka pada materi kali ini tepat sudah artinya matching sekali dengan pembahasannya yaitu pejuang yang bagaimana yang mampu menggempur hoaks khususnya di era digital ini. Sudut pandang yang diambil oleh Ms. Phia adalah tentang Hoaks dan Fake News.

Like Mz Phia Said that hoaks adalah tipuan kadang-kadang digunakan untuk merujuk pada legenda dan desas desus urban (Wikipedia) artinya berita atau tanyangan yang mengada-ada yang dibuat seolah-olah benar terjadi namun tidak dapat dibuktikan kebenarannya, sedangkan Fake News yang bersumber dari WARTA EKONOMI.CO.ID adalah berita palsu yang bertujuan untuk meyakinkan pembaca dengan sudut pandang tertentu, artinya pembaca digiring untuk memiliki persepsi yang membenarkan suatu berita tidak benar namun disampaikan melalui situs resmi sehingga mau tidak mau pembaca akan membenarkan berita tersebut.

Tidak sedikit dari kita yang pernah mengalami langsung kejadian di atas baik itu percaya dengan hoaks ataupun terlena dengan fake news, namun masih banyak pula yang akhirnya mampu untuk menyadarkan dirinya sebelum semua itu benar-benar merugikan diri sendiri.

Saya berfikir mengapa Ms. Phia mengatakan tentang seorang pejuang kebenaran untuk era digital ini, karena tidaklah mudah bagi kita untuk menepis semua itu jika kita tidak punya sifat dasar yaitu menanamkan sikap positive thinking terhadap apapun. sulitnya membangun sikap ini karena banyaknya gempuran dan media yang menyoroti hal yang salah menjadi benar semua.

Positive Thinking berdampak menyehatkan jiwa raga karena hati kita dipaksa untuk selalu berpikir hal-hal yang baik, karena sesungguhnya apa yang ada dalam persangkaan kita maka itu lah yang akan terjadi, jika baik maka akan baik, jika buruk maka akan timbul pula hal yang buruk. Yang kedua adalah bahagia, berfikir positif selalu melahirkan sesuatu yang membahagiakan karena tidak ada tekanan di sana sini, dan akhirnya kehidupan kita pun akan terarah, segala sesuatu kita lakukan dengan prosedur yang benar.

Untuk mempertahankan sikap positif thinking ini, Ms. Phia pun mempackage tipsnya yang tentu sudah bisa kita lihat bahwa sikap tersebut sudah terefleksi dalam keseharian beliau, yaitu dengan:
1. Menghadapi segala sesuatu dengan senyum
    Senyum beliau selalu terkembang tiap saat, itu menandakan bahwa hatinya selalu bahagia. Hal yang mengesankan bagi saya yang pemula dan baru mengenal beliau pada kegiatan ini dan bertemu 2 kali saat momen zoom. Begitu pula dengan diri kita, saat kita memulai hari dengan senyuman maka energi positif selalu membersamai kita di kegiatan berikutnya. Seperti halnya sedekah yang paling murah dan mudah namun tidak mudah adalah senyum, baik kita maupun orang lain berasa tenang.
2. Melatih diri kita untuk mereframing
    Artinya kita membingkai ulang semua peristiwa dan mendapati bahwa kita adalah orang yang beruntung karena kita bukan termasuk orang yang mudah terpancing dengan hal-hal yang berbau hoaks bahkan fake news.
3. Membangun ketahanan diri
    Berani memulai untuk menjalin hubungan baik dengan siapa saja, semakin mempererat hubungan dengan keluarga karena sesungguhnya keluarga adalah barisan pertama yang akan mem-back up kita terlebih dahulu jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, berani move on dari hal yang sudah usang menuju perubahan yang lebih baik.

Dari hal-hal yang sudah dibahas oleh Ms. Phia selaku nara sumber bisa saya simpulkan bahwa sesungguhnya tanpa saya sadari dengan menulis statement baik di Facebook, status WA ataupun pada BLOG Pemula saya ini merupakan cara sederhana bagi saya untuk bisa memberi motivasi dan energi positif bagi keluarga, teman, maupun siswa saya, bahkan comment yang kadang saya tanggapi di media digital yang mereka bagipun, menjadi hiburan sekaligus penyemangat bagi mereka.

Barakallah atas materi yang semakin menggugah hati saya, mudah-mudahkan manfaatnya bisa dinikmati pula oleh orang-orang tercinta di sekeliling saya, aamiin allahumma aamiin.

Maulidiawati

Kamis, 11 November 2021

STRATEGI MENANGKAL HOAKS

Rabu, 10 Nopember 2021

Judul                : Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)

Grup                : 3

Tema               : Strategi Menangkal Hoaks

Nara Sumber  : Heni Mulyati, M.Pd

Moderator      : Muliadi

Senandung kidung semangat juang

Derapnya terdengar ke pelosok negeri

November bulan penuh semangat juang

Pertanda tuntas Pahlawan berdikari

Alhamdulillah...tepatnya pada tanggal 10 November 2021, saya masih diberi kesempatan belajar bersama Para Nara sumber dan Para Moderator Hebat melalui kegiatan GMLG di pertemuan kelima via WAG. Bersama ibu Heni Mulyati, M.Pd selaku Nara sumber dan Bapak Muladi sebagai Moderator.

Hal yang patut dibanggakan adalah saat kita mengikuti pelatihan ini, kita senantisa ingat bahwa kewajiban kita untuk selalu bersyukur dan bersujud dengan nikmat Allah SWT, Tuhan Yang maha Esa. Semangat Para moderator yang selalu siap sedia menggantikan posisi, saat harus menyelesaikan tugas, hak dan kewajibannya sebagai hamba Allah SWT, amat menakjubkan bagi saya.

Materi pada pertemuan kali ini mengenai "Strategi Menangkal Hoaks" yang disampaikan oleh ibu Heni Mulyati, M.Pd merupakan pokok pembahasan yang booming di dunia maya, di era digital. seperti yang disampaikan oleh bapak Muladi tentang sebuah Pomeo "siapa yang menguasai informasi, dia menguasai dunia" bahwasanya kebenaran suatu informasi bisa diputarbalikkan sesuai dengan kehendak sang penguasa. Sebagaimana yang dibahas mengenai Strategi menangkal hoaks, maka ada tiga hal yang patut diulik terlebih dahulu yaitu:

1. Perkembangan era digital dan banjir informasi

    Lain dulu lain sekarang...sama seperti yang narasumber sampaikan bahwasanya dulu...segala informasi amat sulit dan lama untuk kita dapatkan, semuanya serba menunggu dengan batas waktu yang tidak tentu, kita masih bisa mencari informasi tentang suatu hal kesana kemari untuk sekedar mencari kejelasan, namun saat ini dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih menghantarkan banjirnya informasi dimana kita tidak mampu menelaah ataupun membentengi diri kita saat diterjang banjir informasi yang datang dari sudut manapun.

2. Mengenai hoaks, motif, jenis, ciri, dan dampaknya

    Kata hoaks bermakna informasi yang sesungguhnya tidak benar, tapi dibuat seolah-olah benar.  Mengapa di zaman modern ini masih ada diantara kita yang percaya dengan  hoaks? Ini terjadi dikarenakan memampuan literasi dan digital kita cenderung belum maksimal sehingga mendorong kita untuk malas berfikir kritis, bersikap masa bodoh dengan segala yang terjadi di sekitar kita, baik di lingkungan nyata maupun dunia maya. 

    Ada banyak hal yang mendasari terjadinya penyebaran hoaks, bisa saja dikarenakan faktor ekonomi dan juga motif lainnya yang harus diwaspadai, seperti:


 jenis hoaks pun bermacam-macam seperti yang bisa kita temui dalam link berikut  https://www.youtube.com/watch?v=ojCpsFhmSS0

Ciri- ciri suatu informasi bisa dikatakan hoaks pun bisa kita lihat dari:


Berita apapun yang berkaitan dengan kata hoaks sudah pasti berdampak luar biasa bagi seseorang, lingkungan dan sosial masyarakat. bahkan bisa menyebabkan dampak kematian seseorang yang salah dalam penyelesaian permasalahan, menimbulkan perpecahan karena perbedaan persepsi antar masyarakat, maupun pribadi

3. Tips Periksa Fakta Singkat
    Ada banyak cara yang bisa kita lakukan terkait dengan cara kita mengkonfirmasi kebenaran suatu berita, diantaranya sebagai berikut:

Dari semua pembahasan yang sudah di paparkan oleh nara sumber bisa kita simpulkan bahwa, saat ini kita hidup di zaman modern dimana semua sudah teraplikasi secara digital sehingga sekecil apapun jejak yang kita torehkan pasti akan meninggalkan bekas. Untuk itu, waspadalah terhadap berita yang kita dapat kemudian kita share tanpa mencari tahu kebenarannya dan bijaksanalah saat kita memperoleh informasi yang boleh jadi kebenarannya belum bisa kita validasi. 

Akhirnya terima kasih saya ucapkan kepada narasumber dan moderator yang sudah mengedukasi saya untuk lebih paham dalam menangkal berita hoaks. Barakallah untuk ilmunya, moga bermanfaat bagi saya dan orang-orang di sekeliling saya. aamiin allahumma aamiin.

Maulidiawati




Rabu, 10 November 2021

WAJAH BARU MGMP BAHASA INGGRIS SMK KOTA PANGKALPINANG DII AKHIR 2021

 11 Nopember 2021


Alhamdulillah yaa Rabb, setelah sekian lama vacuum dalam kegiatan MGMP mapel Bahasa Inggris kota Pangkalpinang, Kamis pada tanggal 11 Nopember 2021 akhirnya kami bisa bertatap muka kembali melepas rindu dengan rekan guru seprofesi mengajar Bahasa Inggris. Dalam kegiatan kali ini ada beberapa agenda yang sudah direncanakan yaitu laporan pertanggungjawaban kepengurusan MGMP periode 2019-2021 sekaligus pemilihan kepengurusan MGMP periode 2021-2024. 

Tak ada gading yang tak retak, no body is perfect...dimulai dari tahun 2006 hingga 2021, diberi tanggung jawab dan dipercaya sebagai bendahara, maka sudah semestinya tampuk kepengurusan di bidang tersebut harus berganti agar setiap anggota merasakan dan belajar bagaimana bisa berperan bersama dengan anggota pengurus lainnya. Moga kegiatan apa saja  yang belum terealisasi dikarenakan keterbatasan dana atau saat proses kegiatan kurang maksimal dalam pelayanan, dari lubuk hati yang paling dalam saya mohon ampun kepada Allah SWT, dan memohon maaf kepada semua rekan-rekan sejawat.

Pada pertemuan perdana di penghujung masa pandemi Covid 19 ini pula, maka terbentuklah kepengurusan MGMP Bahasa Inggris Pangkalpinang periode 2021-2024, moga para pengurus yang baru semakin solid membersamai semua anggota MGMP dengan memberi warna baru pada wajah yang baru. Kami siap menerima pupuk ilmu agar semangat berkarya kami semakin subur untuk ditanamkan kepada sulur-sulur anak didik kami.

Selamat Purna bagi Kepengurusan MGMP Bahasa Inggris Periode 2019-2021, tetap semangat dan makin semangat berdikari menambah kompetensi profesionalitas kita, dan Selamat Bertugas bagi Kepengurusan MGMP Bahasa Inggris Pangkalpinang Periode 2021-2024, selalu semangat memberi sesuatu yang baru agar kami senantiasa berilmu.

Salam Sehat, Salam Semangat.... Man Jadda Wa Jadda

Maulidiawati

 

Selasa, 09 November 2021

YUK CEGAH CYBER BULLYING

Senin, 08 Nopember 2021

Judul                : Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)

Grup                : 3

Resume ke      : 4

Tema               : Yuk Cegah Cyber Bullying

Nara Sumber   : Wijaya Kusumah, S.Pd., M.Pd.

Moderator       : Rosminiyati, S.Pd

 

Assalamualaikum... sore hari Senin, 08 Nopember 2021 terdengar sapaan hangat sang ibu moderator, ibu Rosminiyati yang menjadi pengarah acara kegiatan GMLD hari keempat. Kali ini materi yang akan disampaikan tentang "Yuk Cegah Cyber Bullying". Pertemuan kali ini sejatinya akan disampaikan oleh Bapak Munif Chatib, namun dikarenakan kondisi beliau sedang kurang baik, maka materi tersebut disampaikan oleh Bapak Wijaya Kusumah atau yang lebih dikenal dengan Om Jay, dimana tanpa mengurangi makna tetap memberi motivasi kepada saya selaku peserta pemula di kegiatan GMLD ini.

"BULLY" begitu biasanya kata-kata yang sering kita dengar baik di lingkungan kerja, lingkungan sekolah, maupun di lingkungan sosial yang kita jalani maupun di rumah kita sendiri. Makna yang tersirat pun mengandung makna negatif berisi ejekan, tekanan, bahkan tindakan kekerasan yang berdampak buruk bagi psikologi maupun fisik seseorang. Hal ini bisa terjadi dikarenakan seseorang memiliki kelebihan sehingga merasa dirinya memiliki posisi diatas orang lain.

Lain dulu lain sekarang...jika dulu, kejadian mem"BULLY" bisa langsung kita lihat di dunia nyata, saat ini pun kejadian mem"BULLY" bisa juga dilakukan oleh seseorang melalui dunia maya, kecanggihan teknologi yang disalahgunakan menyebabkan penderitaan bagi orang lain baik secara fisik maupun psikologi dan dampaknya lebih dahsyat karena semua orang baik yang kita kenal maupun tidak kita kenal akan mengetahui kejadian buruk tersebut. Luka yang ditimbulkan berdampak dalam kurun waktu yang panjang. Hal ini tidak hanya menimpa orang-orang lokal saja tetapi bahkan bisa dialami orang-orang yang terkenal baik nasional maupun internasional, tidak memandang usia, bisa muda ataupun tua, bisa dilakukan oleh siapa saja bahkan orang terdekat pun bisa memungkinkan,

Kejadian di atas biasanya kita sebut dengan cyber bullying (perundungan dunia maya) karena bentuk hujatan, tekanan, baik yang berupa visualisasi ataupun audiovisual yang dilakukan seseorang melalui media sosial. Pergaulan yang luar biasa penuh intrik persaingan pun bisa memicu terjadinya cyber bullying. Apa sih sebenarnya yang harus kita lakukan untuk mencegah, membatasi dan bahkan menghentikan cyber bullying yang marak saat ini dan juga akibat yang ditimbulkan? Om Jay selaku nara sumber menyampaikan beberapa cara efektif yang dapat kita lakukan selaku orang tua, guru, pelajar dan anak-anak:

1. Jangan menanggapi, sekejam apapun hujatan di dunia maya, kita tidak perlu untuk menanggapinya.

2. Dengan tidak menanggapi hujatan yang muncul di dunia maya maka artinya kita tidak melakukan balas dendam terhadap aksi pelaku pembullyan.

3. Sebagai sikap untuk berjaga-jaga atau waspada, maka simpan semua bukti dengan melakukan screenshot karena pelaku yang tidak ditanggapi biasanya akan semakin gencar melakukan pem"bullyan".

4. Selalu menjaga adab dan etika kita di dunia maya

5.  Segera blokir nomor dan aksi pelaku

6. Laporkan kepada pihak yang berwenang jika dianggap sudah melampaui batas.

Untuk pembelajaran bagi diri kita agar terhindar dari perilaku cyberbullying, menurut Om Jay, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan sebagai peningkatan kewaspadaan diri diantaranya:

1. Ajari diri kita, anak-anak kita di rumah maupun siswa kita untuk memiliki rasa empati karena bisa memupuk pemahaman terhadap perasaan orang lain. 

2. Rasakan feeling kita, hati nurani kita yang tidak akan berbohong untuk selalu melakukan hal yang benar.

3. Mengontrol diri, sebelum melakukan tindakan ada baiknya berfikir terlebih dahulu. 

4. Respect, menghormati orang lain dengan cara kita memperlakukan orang lain dengan baik sebagaimana kita ingin diperlakukan dengan baik oleh orang lain.

5. Kebaikan Hati, sifat dasar manusia adalah memiliki kebaikan hati yang ditunjukkan dengan kepedulian terhadap kesejahteraan, keberadaan dan perasaan orang lain.

Dari kelima hal diatas bisa kita simpulkan bahwa orang yang baik, berkarakter baik pasti akan selalu melakukan hal-hal yang baik dimanapun dia berada baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Ketakutan yang ada di diri seseorang untuk melukai perasaan seseorang akan menghindarkan dirinya dari perbuatan mem"Bully" baik secara langsung maupun melalui media digital. "So...STOP BULLYING, JUST DO THE RIGHT ONE".

Terima kasih atas materi dan ilmu yang sudah di dapat selama mengikuti kegiatan MGLD di hari keempat ini, moga Om Jay dan Bu Ros slalu diberi keluasan ilmu dari Yang Maha Berilmu. Aamiin allahumma aamiin. 


Maulidiawati




Minggu, 07 November 2021

MENGEMBANGKAN MINAT DAN BAKAT MELALUI DUNIA DIGITAL

Jum'at, 05 Nopember 2021

Judul                : Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)

Grup                : 3

Resume ke       : 3

Tema                : Mengembangkan Minat dan Bakat Melalui Dunia Digital

Moderator        : Mz Phia

Hari ketiga kegiatan GMLD menampilkan Pak Aris Ahmad Jaya selaku Narasumber, dan Mz Phia sebagai moderator. Jikalau pada pertemuan 1 dan 2 Narasumbernya baru saya ikuti dan saya dengar materinya via WAG, pada pertemuan ketiga ini bertemu kembali dengan Pak Aris, dimana sebelumnya saya mengikuti kegiatan ABCo dan MGM5 dengan beliau sebagai narasumbernya, namun karena keterbatasan waktu sering terlewati moment kegiatan yang ditawarkan, alhamdulillah bisa bertemu lagi dengan Pak Aris, matur nuwun Pak. Yang tak kalah serunya Mz Phia selaku moderator penuh dengan senyum saat memandu acara sehingga menghilangkan kantuk yang mendera.
Pak Aris yang selalu penuh trik dalam menyampaikan materi kali ini mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan kata "bakat". "Apa sih sesungguhnya bakat itu?" Jawaban para peserta rata-rata memiliki persamaan dan bisa disimpulkan oleh Pak Aris yaitu kemampuan yang dimiliki seseorang sejak lahir namun tidak akan muncul jika tidak diasah. Ibaratkan dengan diri kita, sebaik apapun bakat yang kita miliki tidak akan terlihat manakala kita tidak pernah mengasahnya, kemampuan yang kita miliki akan tertutup dengan sendirinya.
Dalam penyampaian materi ini, Pak Aris pun menampilkan tes temu bakat yang bisa kita temui alamatnya saat kita googling. Artinya kita bisa menemukan bakat kita melalui dunia digital, bagaimana caranya??? 
Dalam hal ini Pak Aris memberi sangu trik berupa 4T yaitu Titi, Tiru, Tambah-tambahi, dan Temu.
1. Titi = Titeni maksudnya amati dan fokus pada apa yang menjadi keinginan kita, dimana sesungguhnya minat kita yang saat ini bisa kita jumpai banyak hal dari dunia digital.
2. Tiru, silahkan diikuti contoh-contoh yang bisa di ambil dari media digital tentang hal yang berkaitan dengan minat kita, sebagaimana yang dicontohkan Pak Aris dalam permainan trik sulap, sehingga mengundang banyak peserta untuk mempraktikkannya.
3. Tambah-tambahi, maksudnya apa yang sudah kita tiru bisa kita tambah-tambahi  atau modifikasi agar nampak berbeda dari sebelumnya dengan cara belajar dari berbagai sumber yang ada di dunia digital dan juga belajar dari banyak orang  .
4. Temu, sudah ketemu dengan bakat kita maka temui orang-orang yang ahli dan mahir dalam dunia bakat kita dengan cara mengikuti dan menghadiri setiap kegiatan-kegiatan yang mereka tawarkan, dan percaya diri untuk melakukan sesuatu sesuai dengan bakat yang kita miliki.
kita bisa buat panggung sendiri untuk menyalurkan bakat kita tanpa harus menggunakan panggung orang lain. 
Tiga hal yang menjadi motivasi dan berkesan bagi saya yang menjadi Quotes Pak aris yaitu kita dikenang karena memberi bukan karena menerima. Lakukan yang terbaik karena kebaikan yang kita lakukan menjadikan kita jadi bagian dari sejarah hidup. Cintailah apa yang kita kerjakan, kerjakanlah apa yang kita cintai, maka lihatlah keajaiban yang akan terjadi. lakukan yang terbaik karena anda adalah orang baik.
Akhirnya, bisa disimpulkan bahwa dalam pertemuan ketiga ini mengupas tentang dunia digital bisa menjadi salah satu media untuk menemukan dan mengasah serta mengembangkan minat dan bakat seseorang.
Terima kasih kepada Narasumber dan moderator yang sudah menyampaikan dan mendiskusikan materi ini, semoga bermanfaat untuk kita semua. Aamiin allahumma amiin.


Maulidiawati


  

Kamis, 04 November 2021

YUK KELOLA JEJAK DIGITAL YANG BAIK

 Rabu, 03 Nopember 2021

Judul                : Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)

Grup                : 3

Resume Ke     : 2

Tema               : Yuk Kelola Jejak Digital yang Baik

Nara Sumber   : Dedi Dwitagama

Moderator       : Helwiyah


Memasuki hari ke 2 Pelatihan GMLD, sambil berjibaku dengan segala aktivitas keseharian, alhamdulillah saya bisa mengikuti materi tentang Yuk Kelola Jejak Digital Yang Baik, yang disampaikan oleh Pak Dedi Dwitagama sebagai narasumber dan dimoderatori oleh ibu Helwiyah via WA Grup.

Saat itu saya merasa amazing bahwa pelatihan ini bisa dilaksanakan secara serentak diikuti 6 grup dan semua peserta nampak antusias termasuk diri saya sendiri yang biasanya hanya menjadi penonton dan pendengar setia, namun saat Pak Dedi menanyakan kepada semua peserta "adakah nama guru atau dosen yang dikenang dan berkesan selama sekolah atau kuliah?". Tanpa saya sadari saya pun ikut larut andil untuk menuliskan nama guru yang berkesan dalam hati saya hingga saat ini.

Namun ketika ditanyakan kembali apakah guru saya ada dalam gambar yang ditampilkan saat googling?


 kenyataannya saya tidak melihat sosok yang menjadi idola saya tersebut, hal ini menunjukkan bahwasanya kita bisa saja membekas dalam ingatan orang-orang tercinta di sekeliling kita, dalam ingatan anak didik kita, namun seiring perkembangan zaman dan kesibukan masing-masing, kita tidak bisa mencari jejak up date tentang orang yang berkesan di hati kita.

Saya termasuk orang yang kaku dengan perkembangan era digital ini awalnya karena bagi saya tidak perlu mengumbar semua tentang diri kita di media digital, cukup kita dikenang saja. Namun ada ungkapan yang disampaikan oleh Pak Dedi yang bisa saya simpulkan bahwa "silahkan anda hanya menjadi lilin saja yang sifatnya hanya untuk memberi penerangan lalu mati tanpa bersisa", maknanya adalah semua kebaikan yang kita tebar, kata-kata bijak yang kita sampaikan tidak meninggalkan jejak apapun yang bisa dibaca dan dilihat kembali sebagai pengingat diri. hal ini menjadi motivasi bagi saya untuk nantinya belajar bagaimana menebar kebaikan meskipun hanya dalam untaian kata.

Seperti yang dikatakan Pak Dedi dalam kalimatnya melalui peribahasa Gajah mati meninggalkan gading, Harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama. Harapan kita terutama diri saya sendiri tidak berharap itu terjadi, paling tidak ada jejak kebaikan yang bisa ditinggalkan di media digital.

Terima kasih kepada narasumber dan moderator, moga senantiasa dilimpahi barokah atas motivasi, informasi dan pengetahuan yang diberikan kepada peserta GMLD di pertemuaan ini.

Maulidiawati 



Rabu, 03 November 2021

MEMBANGUN DIGITAL SPACE YANG AMAN UNTUK ANAK

 

Senin, 01 Nopember 2021

Judul             : Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)

Grup             : 3

Resume ke    : 1

Tema            : Membangun Digital Space yang Aman untuk Anak

Nara Sumber : Wijaya Kusuma, S.Pd., M.Pd.

Moderator    : Dail Ma'ruf, M.Pd.


Selasa, tanggal 2 November 2021 awal saya bergabung di grup 3 setelah diinfokan sebelumnya di grup MGMP Bahasa Inggris SMK Kota Pangkalpinang, namun hati belum terketuk untuk bergabung dikarenakan banyaknya kegiatan sehingga takut untuk mendaftar karena saya fikir bakalan sulit untuk fokus dengan kegiatan GMLD (Guru Motivator Literasi Digital). Namun siangnya saya kembali disuguhi dengan kiriman blog teman yang harus saya komentari, dan sayapun memberi komentar.

berawal dari komentar itulah hati terdorong untuk ikut serta mendaftar dalam kegiatan GMLD, meskipun terlambat, tapi saya yakin saya bisa mengikuti pelatihan ini dengan baik. Hari ini saya mulai membuat Blog dengan arahan teman, hingga akhirnya bisa terwujud blog pribadi yang awalnya tidak terpikir sama sekali untuk memiliki blog ini.

Tema yang disampaikan oleh Om Jay tentang Membangun Digital Space yang Aman untuk Anak sangat cocok dengan kondisi saya sebagai orang tua yang keduanya harus bekerja meninggalkan anak-anak yang masih dalam usia antara 8 tahun sampai dengan 11 tahun. Dimana pada masa Pandemi ini anak-anak kami harus belajar secara online tanpa adanya pengawasan dari orang tuanya. Sempat khawatir juga untuk meninggalkan HP di rumah namun tuntutan agar anak-anak tidak tertinggal pelajaran, maka mereka harus dibekali dengan 1 HP untuk di pakai secara bergiliran.

Dari materi yang disampaikan Om Jay, ada beberapa cara yang tentunya efektif untuk diterapkan dalam membangun digital space yang aman untuk anak, yaitu:

1. Mengajak anak untuk mengetahui perkembangan dunia digital.

2. kita harus memahami psikologi anak anak dan perkembangannya dalam dunia digital.

3. Kita harus menyadarkan anak tentang apa saja resiko kejahatan siber pada anak

4. Aman dan nyaman berinternet bersama keluarga tercinta.

Dari keempat poin di atas semuanya mempunyai makna yang signifikan bagi orang tua yang harus memiliki peran untuk menjadi bijak dan tepat dalam memberikan kesempatan kepada anak untuk lebih bisa menggunakan HP tanpa harus menimbulkan phobia yang berdampak negatif bagi tumbuh kembangnya kepribadian dan pemikiran anak-anak.

 Om Jay pun menjelaskan bahwa membangu digital space yang aman untuk anak harus dimulai dari kita sebagai orang tua. Ibarat membangun rumah, maka pondasinya harus kuat dan kita pun harus melandasi dasar pendidikan kita ibarat dengan menanam pohon pendidikan, yaitu akarnya berupa Moral dan budaya, batangnya berupa ilmu pengetahuan, rantingya amal perbuatan, daunnya tali silaturahmi dan buahnya berupa kebahagiaan.

begitu menyentuhnya materi Om Jay yang saya baca, semoga bermanfaat bagi saya khususnya dan bagi orang tua umumnya, menghilangkan segala ketakutan yang ditimbulkan dari memberi kebebasan menggunakan HP bagi anak-anak kita.

Maulidiawati

IDE MENULIS BAGI GURU

 JUDUL                    : PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI RESUME KE         : 1 GELOMBANG     : 23 TANGGAL              : 17 JANUARI 2022 T...