Senin, 17 Januari 2022

IDE MENULIS BAGI GURU

 JUDUL                : PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI

RESUME KE       : 1

GELOMBANG    : 23

TANGGAL           : 17 JANUARI 2022

TEMA                   : Ide Menulis Bagi Guru

NARASUMBER   : Wijaya Kusumah, M.Pd.

MODERATOR      : Maesaroh


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah bisa berjumpa lagi dengan bapak/ibu guru hebat, guru penggerak Indonesia, begitu Om Jay menyapa kami dalam Pelatihan Belajar Menulis PGRI (PBM PGRI) pertemuan pertama.
Sebelumnya pertemuan  1 PBM PGRI ini di buka terlebih dahulu oleh ibu Maesaroh selaku moderator dengan tema Ide Menulis Bagi Guru, diawali dengan penjelasan singkat bahwa pertemuan via WAG akan berlangsung selama 2 jam dimulai dari pukul 19.00 sampai dengan 21.00 WIB, dilanjutkan dengan berdoa bersama menurut agama dan keyakinan masing-masing, ibu Maesaroh menjelaskan bagaimana aturan dalam mengikuti pelatihan pada pertemuan 1 ini.

Selanjutnya pertemuan ini diserahkan langsung kepada narasumber hebat, seorang guru hebat, Sang Blogger Persahabatan, yang menyatukan seluruh guru penulis dari seantero pelosok Negeri.Bapak Wijaya Kusumah, M.Pd namun populer dengan panggilan Omjay, seorang guru dari Labschool jakarta yang sangat humble, merupakan founder kelas menulis dari gelombang 1-24, founder kelas bicara, serta founder kelas Guru Motivator Literasi Digital. Bangga bisa mengenal Om Jay dalam komunitas GMLD 1. 

Menelisik dari temanya tentang Ide menulis yaitu menuangkan kata-kata yang dirangkai menjadi kalimat hingga memiliki makna, tujuan dalam rangka menyampaikan pesan. Ide bisa kita dapat dimana saja. Bahkan justru ada di depan kita saat ini, ada di benak kita saat ini, menulis membuat kita bisa menjadi seorang yang eksis dan narsis sebagai guru. Ide menulis bisa dimulai dari diri sendiri. Sebagai seorang guru, ide datang dari pengalaman mengajar yang menyenangkan atau bisa jadi dari murid-murid kita yang sudah sukses menjadi orang terkenal.

Melihat sekeling kita Siapa saja yang ada di depan kita? Ataukah memang kita sedang sendirian? Cerita kita sendirian bisa dijadikan bahan tulisan yang mencekam atau menggembirakan. ini merupakan contoh ide yang ada di depan kita. Namun terkadang kita dibuat bingung dengan keinginan kita menulis tanpa ide. Hal-hal yang bisa kita yakini menjadi pedoman bagi seorang penulis pemula tanpa ide yaitu:
💅 Menuliskan apa yang kita rasakan. Apa yang kita lakukan dan apa yang kita inginkan
👀Menulis pada hakekatnya menyampaikan pesan. Kita harus bisa menyampaikan pesan itu kepada pembaca.
👀Buatlah pembaca tertarik di awal alinea anda. Sehingga pembaca akan melanjutkan ke alinea berikutnya. 
👀 Ada alinea pendahuluan. Bisa menyapa pembaca. Bisa juga langsung kepada pesan yang ingin disampaikan.
👀Menulis harus dilakukan setiap hari dan berguru atau bertanya lah kepada pakarnya.
👀yakinlah bahwa tulisan yang baik adalah tulisan yang selesai, yang memiliki ending yang bisa diambil intisari dari apa yang disampaikan penulis, yang memiliki kebermanfaatan untuk orang lain.
👀Seburuk apaun tulisan kita, yakinlah bahwa kita telah menuangkan ide kita dalam gawai tanpa tinta

Pada sesi ini, Om jay mempersilahkan kami untuk mulai menulis 3 alinea, dari banyaknya tulisan yang masuk, hanya tulisan ibu Widuri yang menarik hati Om Jay. Penasaran dengan hal ini maka saya tertarik untuk  membacanya. Ternyata ibu Widuri memulai menulis alineanya diawali dengan judul terlebih dahulu, Judul itulah yang menarik bagi saya sebagai pembaca sehingga isinya terasa berkesan di hati.

Mulailah menulis, jangan menangis karena dengan tulisan kita mampu mengekspresikan segala yang ada di hati kita, menyampaikan apa yang kita inginkan dan juga memberi motivasi bagi diri sendiri dan orang lain. Sesulit apapun kita memulai untuk menulis, maka semakin berlatih kita akan terbiasa. . Menulislah dari hatimu karena engkau akan bertemu dengan pembaca setiamu. 
Menulis bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja saat ide itu muncul, semua bisa dilakukan tanpa harus identik dengan pena, kertas ataupun laptop. Menulis bisa kita mulai melalui hal-hal ide-ide kecil dan simple dahulu, selama prosesnya kita lakukan terus menerus lambat laun akan terbiasa. 

 Menulis adalah bekerja menuju keabadian sebagai closing statement dari Om Jay karena Menulis membuat kita meninggalkan rekam jejak digital yang akan slalu bisa di baca oleh para peselancar dunia maya.

Semoga resume ini bisa memberikan pencerahan bagi penulis dan  pembacanya dan menjadi jariyah bagi Om Jay selaku narasumber. Aamiin allahumma aamiin. Terima Kasih dan salam literasi.


wassalamualaikum

Maulidiawati

   



Rabu, 08 Desember 2021

KETERAMPILAN DIGITAL UNTUK MASA DEPAN YANG CERAH

 Rabu, 24 November 2021

Judul                    : Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)

Grup                    : 3

Resume ke          : 11

Tema                   : Keterampilan Digital untuk Masa Depan yang Cerah

Nara Sumber      : Deni Darmawan 

Moderator          : Helwiyah


Assalamualaikum Bapak/Ibu guru hebat. Memasuki pertemuan ke-11, dengan segudang kesibukan, saya masih menyempatkan diri, sedikit memaksa untuk membaca kembali materi yang dishare di WAG. Penulisan resume yang terlambat menambah deretan kegiatan yang harus dikejar deadline.

Materi GMLD pada pertemuan ke-11 ini disampaikan oleh Pak Deni atau lebih dikenal sebagai Uncle D sebagai nara sumber dan ibu Helwiyah sebagai moderatornya. Tak lupa ibu Helwi selalu menyapa dan memberikan motivasi dan semangat sebagai pembuka kegiatan serta menjelaskan agenda yang akan dilakukan.

Uncle D sebagai nara sumber mulai menyampaikan materi yang diawali dengan menyapa hangat dan memperkenalkan diri. 

Pada pertemuan kali ini Uncle D menyampaikan penegasan tentang posisi kita sekarang ditengah perkembangan teknologi yang sudah memasuki era society 5.0.

OMG....4.0 saja masih belum tercapai target yang diinginkan, kita sudah memasuki era 5.0. Alhamdulillah pertemuan kali ini Pak Deni ternyata menguatkan lagi mengenai revolusi industri 4.0 atau keterampilan abad 21.

keterampilan abad 21 meliputi ctand critical thinking, creativity, communication and collaboration, atau yang lebih dikenal dengan 4C. Keterampilan 4C ini bukan diperuntukkan bagi siswa saja namun para guru juga dituntut untuk bertransformasi menjadi guru abad 21 yang memiliki keterampilan literasi digitalnya mumpuni. 

Uncle D menjelaskan bahwa literasi digital merupakan pengetahuan dan kemampuan serta kecakapan menggunakan teknologi digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam proses menemukan, mengevaluasi, menggunakan, dan membuat informasi, serta memanfaatkan secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat dan patuh hukum. ini terkait dengan adab dan etika kita saat menggunakan peralatan digital.

Untuk itu, dalam memahami dan mengembangkan ketrampilan digital sesuai amanah dunia pendidikan adalah memiliki keterampilan 4C.

Selanjutnya uncle D menjelaskan satu per satu keterampilan 4C terkait dengan dunia digital ini.

1. Critical Thingking atau Berpikir kritis merupakan cara berpikir kritis dalam memanfaatkan dan membaca peluang teknologi digital dan kemampuan menerima atau memilah informasi misalnya terkait dengan informasi hoax.  Salah satu cara untuk berpikir kritis dan logis yaitu dengan menggunakan rumus 5W 1H. Keterampilan berpikir kritis ini dapat membantu kita dalam memecahkan permasalahan yang terjadi. Semakin kritis cara berfikir seseorang maka semakin tajam pula daya pikirnya memilah info yang layak atau tidak layak dikonsumsi.

2. Creativity atau kreatif. Orang yang kreatif selalu thinking out of the box. Terus menggali ide, mencari ide, dan membuat ide-ide baru atau berinovasi.  Dunia digital menawarkan kita berbagai platform, aplikasi dan media untuk berkreatifitas tanpa batas untuk menyampaikan ilmu dan menyalurkan ide. Ide mampu diwujudkan dalam sebuah karya yang bermanfaat untuk orang banyak. Guru mempunyai segudang ilmu dan ide, jadi guru dapat membuat karya berupa konten kreatif untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui dunia digital, guru mampu menyentuh hati siswa dengan konten yang bermanfaat.

3. Collaboration atau kolaboarsi merupakan keterampilan bekerja sama dengan tim atau kelompok misalnya guru membuat suatu projek konten kreatif pembelajaran melalui aplikasi tertentu. Keterampilan ini mendorong setiap anggota kelompok untuk saling sharing ide sehingga mampu mendobrak kreatifitasnya dan berkontribusi satu sama lainnya. Sebagai contoh kolaborasi yang dilakukan Om Jay dengan guru-guru hebat lainnya dalam melaksanakan program kelas-kelas super seperti menulis dan GMLD ini. Tanpa kolaborasi, sulit rasanya mewujudkan program kelas-kelas “super keren” ini.

3. Communication atau komunikasi merupakan keterampilan meyampaikan ide dan karya melalui dunia digital misalnya melalui berbagai media sosial seperti Facebok, IG, YouTube, atau blog. Sebagai contoh banyak guru yang mengupload video pembelajaran atau tutorial di YouTube. Selain itu, para guru di kelas menulis maupun GMLD ini juga memanfaatkan blog untuk menulis resume dari materi yang didapat. Alhasil, banyak guru yang pandai menulis bahkan menerbitkan berbagai buku. Selain dapat menyampaikan ide kreatif, karya atau ilmunya, dengan memanfaatkan platform digital, guru juga mendapatkan kesempatan mengembangkan diri, pujian bahkan point, koin, atau cuan.

Dari apa yang disamapaikan oleh uncle D pada pertemuan ini sangat penting bagi kita guru untuk terus mengembangkan keterampilan 4C dalam menjawab tantangan perkembangan dunia digital sehingga kita semua dapat memiliki keterampilan digital yang mempuni untuk masa depan yang cerah.

Oleh karena itu, sebagai guru kita semua harus bisa, mau dan cepat belajar, beradaptasi dan bermigrasi dengan segala perubahan teknologi yang terjadi begitu cepat. Terlebih lagi kita harus menyadari bahwa generasi yang ingin kita cerdaskan serta motivasi adalah generasi Z, Generasi Emas Indonesia. 

Suka sekali dengan closing statementnya uncle D:

Kadang, batuk akik itu jika tidak di gosok tidak akan menjadi batu yang mahal. Pada dasarnya setiap manusia diberikan potensi, jika kita asah, maka akan menjadi ketrampilan.  

Tak ada usaha yang mengkhianati hasil, man jadda wa jadda. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan sukses. Semoga keterampilan digital yang sudah kita pelajari dan kita bangun selama ini mampu menjembatani masa depan yang cerah, yang bisa memberi kebermanfaatan bagi insan yang bernyawa. 

Wassalamualaikum

Maulidiawati






BERBAGI PRAKTIK BAIK LITERASI DIGITAL

Rabu, 08 Desember 2021

Judul                        : Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital

Grup                        : 3

Resume ke              : 17

Tema                       : Berbagi Praktik Baik Literasi Digital

Nara Sumber          : Maria Sumakul Magdalena

Moderator              : Ms Phia

Assalamualaikum, selamat sore, good afternoon, begitu salam hangat Ms Phia menyapa bapak ibu guru hebat peserta GMLD pertemuan ke 17. Tak terasa kuliah sore hari Rabu sudah memasuki pertemuan ke 17 sementara itu begitu banyak PR Resume pada pertemuan yang lalu menumpuk menunggu untuk dikerjakan, ditambah pula tanggung jawab lainnya yang sama-sama harus segera diselesaikan. Menyimak dan memahami tiap bait rangkaian kata sambil menikmati perjalanan sore menuju kota Muntok, Babar.

Tema yang akan dipaparkan pada sore ini adalah "Berbagi Praktik Baik Literasi Digital" yang akan disampaikan oleh seorang penulis handal yang aktif diberbagi praktik baik di dunia digital dengan mengajar coding dan banyak lagi kegiatan baik lainnya, yaitu ibu Maria Sumakul Magdalena sebagai nara sumber. 

Tak kenal maka harus kenal, begiu Ms Phia sebagai moderator memperkenalkan dengan menunjukkan Biodata ibu Maria Sumakul Magdalena.

Biodata Narasumber
Maria Magdalena Sumakul saat ini mengajar Komputer di SMP Tarakanita 5 Jakarta Selatan, SDTarakanita 1 dan SD Karakter. Sebelumnya selama 25 karier menjadi pendidik, Maria  pernah mengajar di SD Tarakanita Gading Serpong, TK dan SD Tarakanita 1, 2, dan 3, SD Materdei Pamulang, TK & SD Santa Ursula BSD, Pelatihan anak autis Pelangi Harapan di Pulo Mas, TK & SD Tirta Marta BPK Penabur, SD Pangudi Luhur Haji Nawi, Jakarta Selatan, SD Penabur Tangerang, dan SD Regina Caeli Cilengsi. Maria telah menulis sederet buku informatika yaitu : Buku Coding, ‘Saya Bisa Coding’ Level 1, 2, 3, 4; Buku Panduan Guru & Orang Tua Untuk SD / MI Penerbit Andi Jogja dan Buku Informatika SD/MI Kelas 4, 5 & 6 Penerbit Andi Jogja. Maria bisa di hubungi melalui surel mariasumakul@yahoo.com & sumakulmaria1@gmail.com.
Seperti biasa pertemuan sore ini akan di bagi menjadi 4 sesi
1. Pembukaan
2. Pemaparan materi
3. Sesi Diskusi
4. Penutupan

Ibu Maria memiliki aktivitas yang padat, tapi Alhamdulillah beliau berkesempatan memberikan waktu untuk membagikan ilmu kepada kami Guru Motivator literasi digital. Pada pertemuan ini Ms Phia membersamai narasumber dengan media voice dan slide presentasi  Supaya lebih interaktif. Pertama tama narasumber menjelaskan pengertian literasi digital melaui pesan suara atau voice. Literasi digital adalah pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat alat komunikasi atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi dan memanfaatkannya

Secara bahasa literasi digital adalah merupakan pengetahuan dan kecakapan dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi, jaringan internet dan lain sebagainya.

Disisi lain juga ibu Maria juga memaparkan manfaat yang kita dapatkan dalam mempelajari literasi digital secara individu antara lain adalah :
1. Menambah wawasan individu, kegiatan dan memahami informasi.
2.  Meningkatkan kemampuan individu untuk lebih kritis dalam berpikir serta memahami informasi.
3.  Menambah penguasaan kosakata individu dari berbagai informasi yang dibaca.
4.  Meningkatkan kemampuan verbal individu.
5.  Meningkatkan daya fokus dan konsentrasi individu.
6.  Meningkatkan kemampuan membaca dan menulis informasi.

Dari kita memahami manfaat literasi digital kepada personal atau individu, harusnya juga mempunyai hubungan literasi digital dengan dunia pendidikan. Dari hubungan itu literasi digital mampu mengembangkan dunia pendidikan. Intinya literasi digital yang semakin baik akan membuka akses terhadap informasi yang lebih luas. Dengan cara ini, kualitas sektor pendidikan dapat ditingkatkan.

Menurut menteri pendidikan Bapak Nadiem Anwar Makarim mengungkapkan bahwa pemanfaatan teknologi mampu mengakselerasi tranformasi pendidikan dan mendorong lompatan kemajuan khusus di masa pandemi covid-29. Dengan syarat pemanfaatan teknologi secara tepat sasaran dan kecakapan digital. Kecakapan digital mencakup kemampuan dalam mengelola dan memanfaatkan sumber sumber digital secara bijak.

Ada beberapa pertanyaan yang sering terdengar dimasyarakat kenapa literasi digital harus diajarkan dalam dunia pendidikan? Karena usia anak anak yang masih labil dan banyak berinteraksi  dengan media sosial rentan terhadap pengaruh negatif. Perlunya pemahaman literasi digital mampu mencegah terjadinya cyber bullying atau phising penipuan berkedok iming iming di dunia digital.

Adapun bentuk contoh literasi digital baik disekolah maupun dirumah.
 Disekolah
Komunikasi dengan guru menggunakan media sosial.
- Mengirim tugas Melalui media email
- Pembelajaran secara online
- Mencari sumber belajar di internet 
Dirumah
- Melakukan penelusuran dengan browser
- Mendengar musik atau video dengan streaming
- Melihat tutorial memasak di internet
- Mengunakan laptop yang terhubung internet untuk mengerjakan tugas 

Adapun perlunya memahami tujuan pembelajaran literasi digital disekolah diharapkan agar bisa bermanfaat bagi warga sekolah, diantaranya :
1. Meningkatkan kapasitas guru menyajikan pembelajaran yang menarik melalui pemanfaatan media digital.
2. Mengintegrasikan kompetensi dasar dalam pembelajaran untuk kecakapan digital.
3. Menumbuhkan karakter baik melalui pemanfaatan media digital dengan mengutamakan etika dan moral sosial.

Dari beberapa paparan diatas bisa disimpulkan bahwa betapa besar manfaat literasi digital bagi siswa yaitu : 
@ Meningkatkan kemampuan siswa lebih kritis dalam berpikir serta memahami informasi
@Menambah kosakata
@Meningkatkan kemampuan verbal
@Meningkatkan fokus serta konsentrasi.
tanpa disadari siswa akan memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi saat mereka harus bersaing sehat dengan siswa lainnya baik secara verbal maupun prestasi.

Pada akhirnya praktek baik didalam pengembangan literasi digital dengan media digital akan memudahkan kita dalam melakukan aktivitas kehidupan sehari hari. Contoh kita sebagai guru mampu mempraktekkan integritas mapel yang kita ampu, misalnya silabus dengan perangkat mengajar lainya, antara rencana pembelajaran dan medianya. Segala sesuatu yang berkaitan dengan pengajaran yang kita lakukan di kelas bisa kita integrasikan agar pendidikan karakter yang ingin kita sampaikan benar-benar terlaksana. 
Kesimpulannya adalah tidak bisa kita pungkiri bahwa kehadiran teknologi memudahkan umat manusia. Sebagai guru kekinian di era digital ini, kita harus menjadi pelaksana dari praktik baik literasi digital. Perpaduan literasi digital dan media digital dengan menitik beratkan kepada pembentukan manusia yang berkarakter, berakhlak dan bermoral akan membawa kita pada terbentuknya generasi pilihan.

Jadilah sosok yang menebar kebaikan meskipun itu hanya satu kata, semoga resume ini bisa bermanfaat untuk guru, siswa maupun saudara-saudara kita yang semakin cinta dengan literasi digital. Saatnya kita merubah dunia dengan praktik baik kita di dunia digital. 

Maulidiawati




Jumat, 26 November 2021

MENGEKSPRESIKAN DIRI YANG BAIK DI MEDIA SOSIAL

 Jum'at, 26 November 2021

Judul                    : Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)

Grup                    : 3

Resume ke          : 12

Tema                   : Mengekspresikan Diri yang Baik di Media Sosial

Narasumber        : Dra. Sri Sugiatuti, M.Pd

Moderator          : Dail Ma'ruf

Sore-sore makan gorengan talas
Sambil duduk memandang langit
Bersiap menunggu kuliah ke dua belas
Biar dapat ilmu setinggi langit

Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh
ting tong...ting tong...pertanda semakin banyaknya peserta yang bergabung di kuliah sore GMLD pertemuan ke dua belas, alhamdulillah akhirnya pak Dail yang bertindak sebagai moderator bisa menyapa bapak ibu hebat peserta GMLD. Sore ini Pak Dail akan mendampingi Bunda Kanjeng sebagai Narasumber dengan tema "Mengekspresikan Diri yang Baik di Media Sosial".

Ada trouble dikit ya sepertinya...kebocoran suara yang tidak di mute...hehehe...saatnya waktu bagi Bunda Kanjeng untuk membersamai peserta GMLD mulai pukul 16.00 to 18.00 WIB. Bagaimana Berperilaku baik di dunia maya dan bagaimana menjadi netizen yang baik, youtuber yang baik untuk mendapatkan yang terbaik dengan memanfaatkan waktu selama 24 jam dengan baik.

Mau tidak mau, suka tidak suka saat ini kita di paksa untuk menggunakan dunia maya sebagai pengganti tatap muka, dimana jaringan yang ada menjadi tanggung jawab pemerintah. kita sebagai pendengar dan pengoment harus memiliki adab, etika yang baik, tata krama yang baik sehingga tidak menjadikan kisruh di mana-mana. baikya kita bertabayyun dahulu sebelum kita menyampaikan hal-hal penting yang kita dapat.

kaca mata lima dimensi, maksudnya adalah menilik setiap info yang kita baca untuk kita kaji dan telaah terlebih dahulu. sebagai netizen kita harus pandai menyaring semua info agar kita tidak masuk ke ranah yng bukan koridor kita karena internet ibaratnya seperti dua mata pisau, agar terhindar dari tajamnya informasi yang kita sampaikan. Contohnya kita bergabung dalam satu komunitas maka ikuti aturan yang ada dalam komunitas tersebut. Jikapun kita punya guyonan, maka gunakan guyonan yang baik, yang tidak menyinggung perasaan teman-teman dalam satu komunitas.

berhati-hati di dunia maya, waspadai penyusup saat berselancar di medsos, waspadai no dengan kode 043 adalah nomor yang biasanya dicatut untuk suatu kebohongan yang biasanya berisi bujuk rayu. Manfaatkan media sosial untuk hal-hal yang positif. Bunda Kanjeng memberikan kesempatan sebesar-besarnya untuk sharing.

Budaya menonton lebih di sukai daripada budaya membaca, Youtube lebih diminati daripada sebuah bacaan. Setiap tulisan pasti ada penggemarnya. warning aja nomor yang tidak kita kenal. dalam sebuah grup yang sehat, ada admin yang memiliki hak untuk membuat peraturan dan menegur peserta yang berlaku tidak pantas. Pengalaman yang buruk bisa diambil hikmahnya dengan cara dituangkan dalam bentuk tulisan, yang menjadi memoar.

Dari pemaparan kuliah sore ini bisa diambil kesimpulan bahwa baik sebagai apapun peran kita di dunia maya, sebagai pengguna media sosial yang aktif hendaknya kita harus berperilaku, beretika yang baik dan santun dalam menuangkan tulisan tanpa tinta namun penuh makna. Sebaiknya pula kita harus waspada terhadap kemungkinan-kemungkinan buruk yang muncul membersamai peran kita di media sosial. Setiap orang pernah merasakan pahit getirnya sosial media dan mendapatkan pengalaman buruk yang membuat traumatik, namun jadikan lah hal itu sebagai momentum berbagi pengalaman untuk menjadi suatu karya yang bisa dinikmati khalayak umum. 

Semoga Allah SWT senantiasa menjaga kita dimanapun kita berada. Aamiin allahumma aamiin.

Maulidiawati


Selasa, 16 November 2021

MENYALURKAN HOBI DI PLATFORM DIGITAL

Senin, 15 Nopember 2021

Judul                : Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)

Grup                : 3

Resume ke      : 7

Tema               : Menyalurkan Hobi di Platform Digital

Nara Sumber   : Rita Wati, S.Kom

Moderator       : Rosminiyati, S.Pd

 


Hujan gerimis masih terasa saat sore menjelang malam, pukul 16.00 sudah standby lagi di depan WAG GMLD, Ibu Rosminiyati sebagai moderator membuka kuliah sore dengan ucapan salam, menyapa dengan hangat dan mengingatkan kami apakah sore ini kami sudah tersenyum, tak lupa pula membuka kegiatan selalu diawali dengan doa sesuai dengan agama dan keyakinan kami masing-masing. Kemudian beliau menyampaikan bahwa tema pertemuan ketujuh pada sore ini adalah "Menyalurkan Hobi di Platform Digital" dengan narasumber yang berprofesi sebagai guru multitalenta dengan segudang prestasi di tingkat nasional, baik sebagai blogger, writer, moderator sekaligus youtuber yaitu ibu Rita Wati, S.Kom.

Diawali dengan pertanyaan ibu Rita Wati "apa hobi Bapak/Ibu?". Sudah tentu muncul berbagai variasi  hobi yang dimiliki oleh teman-teman peserta GMLD, diantaranya ada traveling, membaca, kuliner, musik dan lain-lain yang tentu saja akan sangat bermanfaat jika hobi ini disalurkan melalui Platform digital.  Seperti yang ibu Rita contohkan jika menulis bisa disalurkan ke dalam blog atau Web YPDT. jika hobi musik, bernyanyi bisa disalurkan ke youtube dan hobi quotes bisa disalurkan melalui medsos. Artinya jika hobi kita disalurkan dengan tepat dalam media digital hasilnya bisa jadi diluar ekspektasi kita. Bahkan seorang guru bisa  menjadikannya ladang amal dengan memberikan ilmu yang bermanfaat jika banyak konten materi pelajaran pada platform digital.

Ada 5 manfaat menyalurkan hobi pada Platform Digital yaitu:

1. Membangun Personal Branding

2. Bermanfaat untuk orang banyak

3. Meninggalkan jejak digital

4. Mulai dikenal dan diundang dalam berbagai seminar/workshop

5. Mendapatkan income tambahan

Jika kita sudah mulai aktif menggunakan Platform Digital, maka dengan sendiri ide kita akan mengalir namun sudah pasti perlu dukungan dari komunitas seperti Komunitas GMLD, agar bisa memberikan amunisi baru, semangat baru yang makin menguatkan keinginan seseorang untuk meneruskan hobinya. Selain itu dukungan dari keluarga amatla besar peranannya, perbanyak membaca buku, baca alam, blog walking agar semakin mudah menemukan ide-ide baru, dan semuanya berproses, fokus dan konsisten adalah hal yang harus dilakukan sebagai bentuk pengembangan hobi kita.

Sebagai closing statement dari ibu Rita bahwa untuk menjadi seseorang yang ahli dan mahir pasti melalui sebuah proses, ketika kita sudah tergabung dalam KOMUNITAS sesuai dengan hobi kita, maka tunggu saja kejutan-kejutan yang akan kita dapati dengan komunitas ini. Ibu Rita meneruskan pesan penutup dari ibi kita Kartini that Nothing is impossiblein this world what we look upon today, tomorrow maybe accomplished fact. Moderator menutup kuliah sore dengan mengucapkan salam.

Sebagai pembelajaran yang bisa kita ambil dari kuliah sore ini, ayo kita mulai menentukan hobi dan passion kita dimana lalu kita fokus melakukannya dan melatih diri secara kontinyu yang bisa diuangkan melalui platform  digital dengan bantuan dan dukungan komunitas, dalam hal ini komunitas GMLD.

Demikianlah resume yang saya tulis, moga nara sumber dan moderator makin diberikan keluasan ilmu oleh Allah SWT serta kawan-kawan komunitas GMLD khususnya pemula seperti saya diberi keteguhan hati untuk berani mengembangkan hobi dan makin bijak menggunakan platform digital yang makin canggih. aamiin allahumma aamiin. 


Merangkai kata berujung buntu

Gadis cantik berbadan sintal

Hobi menulis sungguh la bermutu

Jika sudah muncul di platform digital


Maulidiawati

Sabtu, 13 November 2021

MENJADI PEJUANG KEBENARAN DITENGAH GEMPURAN HOAX

Jum'at, 12 November 2021

Judul                : Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)

Grup                : 3

Resume ke      : 6

Tema               : Menjadi Pejuang Kebenaran Ditengah Gempuran Hoax

Nara Sumber  : Ms. Phia Selfiarti

Moderator      : Deni Darmawan


Pertemuan ke-6 kegiatan GMLD dimulai pada pukul 16.00 via zoom bersama Bapak Deni Darmawan sebagai Moderator dan Ms. Phia sebagai Narasumbernya membahas tentang "Menjadi Pejuang Kebenaran di Tengah Gempuran Hoaks". 

Teringat kembali dengan materi GMLD pada pertemuan ke-5, bahwa sesungguhnya berita hoaks amatlah berbahaya bagi siapa saja yang tidak punya tameng untuk menepis dan mencari tahu kebenaran suatu berita, maka pada materi kali ini tepat sudah artinya matching sekali dengan pembahasannya yaitu pejuang yang bagaimana yang mampu menggempur hoaks khususnya di era digital ini. Sudut pandang yang diambil oleh Ms. Phia adalah tentang Hoaks dan Fake News.

Like Mz Phia Said that hoaks adalah tipuan kadang-kadang digunakan untuk merujuk pada legenda dan desas desus urban (Wikipedia) artinya berita atau tanyangan yang mengada-ada yang dibuat seolah-olah benar terjadi namun tidak dapat dibuktikan kebenarannya, sedangkan Fake News yang bersumber dari WARTA EKONOMI.CO.ID adalah berita palsu yang bertujuan untuk meyakinkan pembaca dengan sudut pandang tertentu, artinya pembaca digiring untuk memiliki persepsi yang membenarkan suatu berita tidak benar namun disampaikan melalui situs resmi sehingga mau tidak mau pembaca akan membenarkan berita tersebut.

Tidak sedikit dari kita yang pernah mengalami langsung kejadian di atas baik itu percaya dengan hoaks ataupun terlena dengan fake news, namun masih banyak pula yang akhirnya mampu untuk menyadarkan dirinya sebelum semua itu benar-benar merugikan diri sendiri.

Saya berfikir mengapa Ms. Phia mengatakan tentang seorang pejuang kebenaran untuk era digital ini, karena tidaklah mudah bagi kita untuk menepis semua itu jika kita tidak punya sifat dasar yaitu menanamkan sikap positive thinking terhadap apapun. sulitnya membangun sikap ini karena banyaknya gempuran dan media yang menyoroti hal yang salah menjadi benar semua.

Positive Thinking berdampak menyehatkan jiwa raga karena hati kita dipaksa untuk selalu berpikir hal-hal yang baik, karena sesungguhnya apa yang ada dalam persangkaan kita maka itu lah yang akan terjadi, jika baik maka akan baik, jika buruk maka akan timbul pula hal yang buruk. Yang kedua adalah bahagia, berfikir positif selalu melahirkan sesuatu yang membahagiakan karena tidak ada tekanan di sana sini, dan akhirnya kehidupan kita pun akan terarah, segala sesuatu kita lakukan dengan prosedur yang benar.

Untuk mempertahankan sikap positif thinking ini, Ms. Phia pun mempackage tipsnya yang tentu sudah bisa kita lihat bahwa sikap tersebut sudah terefleksi dalam keseharian beliau, yaitu dengan:
1. Menghadapi segala sesuatu dengan senyum
    Senyum beliau selalu terkembang tiap saat, itu menandakan bahwa hatinya selalu bahagia. Hal yang mengesankan bagi saya yang pemula dan baru mengenal beliau pada kegiatan ini dan bertemu 2 kali saat momen zoom. Begitu pula dengan diri kita, saat kita memulai hari dengan senyuman maka energi positif selalu membersamai kita di kegiatan berikutnya. Seperti halnya sedekah yang paling murah dan mudah namun tidak mudah adalah senyum, baik kita maupun orang lain berasa tenang.
2. Melatih diri kita untuk mereframing
    Artinya kita membingkai ulang semua peristiwa dan mendapati bahwa kita adalah orang yang beruntung karena kita bukan termasuk orang yang mudah terpancing dengan hal-hal yang berbau hoaks bahkan fake news.
3. Membangun ketahanan diri
    Berani memulai untuk menjalin hubungan baik dengan siapa saja, semakin mempererat hubungan dengan keluarga karena sesungguhnya keluarga adalah barisan pertama yang akan mem-back up kita terlebih dahulu jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, berani move on dari hal yang sudah usang menuju perubahan yang lebih baik.

Dari hal-hal yang sudah dibahas oleh Ms. Phia selaku nara sumber bisa saya simpulkan bahwa sesungguhnya tanpa saya sadari dengan menulis statement baik di Facebook, status WA ataupun pada BLOG Pemula saya ini merupakan cara sederhana bagi saya untuk bisa memberi motivasi dan energi positif bagi keluarga, teman, maupun siswa saya, bahkan comment yang kadang saya tanggapi di media digital yang mereka bagipun, menjadi hiburan sekaligus penyemangat bagi mereka.

Barakallah atas materi yang semakin menggugah hati saya, mudah-mudahkan manfaatnya bisa dinikmati pula oleh orang-orang tercinta di sekeliling saya, aamiin allahumma aamiin.

Maulidiawati

Kamis, 11 November 2021

STRATEGI MENANGKAL HOAKS

Rabu, 10 Nopember 2021

Judul                : Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)

Grup                : 3

Tema               : Strategi Menangkal Hoaks

Nara Sumber  : Heni Mulyati, M.Pd

Moderator      : Muliadi

Senandung kidung semangat juang

Derapnya terdengar ke pelosok negeri

November bulan penuh semangat juang

Pertanda tuntas Pahlawan berdikari

Alhamdulillah...tepatnya pada tanggal 10 November 2021, saya masih diberi kesempatan belajar bersama Para Nara sumber dan Para Moderator Hebat melalui kegiatan GMLG di pertemuan kelima via WAG. Bersama ibu Heni Mulyati, M.Pd selaku Nara sumber dan Bapak Muladi sebagai Moderator.

Hal yang patut dibanggakan adalah saat kita mengikuti pelatihan ini, kita senantisa ingat bahwa kewajiban kita untuk selalu bersyukur dan bersujud dengan nikmat Allah SWT, Tuhan Yang maha Esa. Semangat Para moderator yang selalu siap sedia menggantikan posisi, saat harus menyelesaikan tugas, hak dan kewajibannya sebagai hamba Allah SWT, amat menakjubkan bagi saya.

Materi pada pertemuan kali ini mengenai "Strategi Menangkal Hoaks" yang disampaikan oleh ibu Heni Mulyati, M.Pd merupakan pokok pembahasan yang booming di dunia maya, di era digital. seperti yang disampaikan oleh bapak Muladi tentang sebuah Pomeo "siapa yang menguasai informasi, dia menguasai dunia" bahwasanya kebenaran suatu informasi bisa diputarbalikkan sesuai dengan kehendak sang penguasa. Sebagaimana yang dibahas mengenai Strategi menangkal hoaks, maka ada tiga hal yang patut diulik terlebih dahulu yaitu:

1. Perkembangan era digital dan banjir informasi

    Lain dulu lain sekarang...sama seperti yang narasumber sampaikan bahwasanya dulu...segala informasi amat sulit dan lama untuk kita dapatkan, semuanya serba menunggu dengan batas waktu yang tidak tentu, kita masih bisa mencari informasi tentang suatu hal kesana kemari untuk sekedar mencari kejelasan, namun saat ini dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih menghantarkan banjirnya informasi dimana kita tidak mampu menelaah ataupun membentengi diri kita saat diterjang banjir informasi yang datang dari sudut manapun.

2. Mengenai hoaks, motif, jenis, ciri, dan dampaknya

    Kata hoaks bermakna informasi yang sesungguhnya tidak benar, tapi dibuat seolah-olah benar.  Mengapa di zaman modern ini masih ada diantara kita yang percaya dengan  hoaks? Ini terjadi dikarenakan memampuan literasi dan digital kita cenderung belum maksimal sehingga mendorong kita untuk malas berfikir kritis, bersikap masa bodoh dengan segala yang terjadi di sekitar kita, baik di lingkungan nyata maupun dunia maya. 

    Ada banyak hal yang mendasari terjadinya penyebaran hoaks, bisa saja dikarenakan faktor ekonomi dan juga motif lainnya yang harus diwaspadai, seperti:


 jenis hoaks pun bermacam-macam seperti yang bisa kita temui dalam link berikut  https://www.youtube.com/watch?v=ojCpsFhmSS0

Ciri- ciri suatu informasi bisa dikatakan hoaks pun bisa kita lihat dari:


Berita apapun yang berkaitan dengan kata hoaks sudah pasti berdampak luar biasa bagi seseorang, lingkungan dan sosial masyarakat. bahkan bisa menyebabkan dampak kematian seseorang yang salah dalam penyelesaian permasalahan, menimbulkan perpecahan karena perbedaan persepsi antar masyarakat, maupun pribadi

3. Tips Periksa Fakta Singkat
    Ada banyak cara yang bisa kita lakukan terkait dengan cara kita mengkonfirmasi kebenaran suatu berita, diantaranya sebagai berikut:

Dari semua pembahasan yang sudah di paparkan oleh nara sumber bisa kita simpulkan bahwa, saat ini kita hidup di zaman modern dimana semua sudah teraplikasi secara digital sehingga sekecil apapun jejak yang kita torehkan pasti akan meninggalkan bekas. Untuk itu, waspadalah terhadap berita yang kita dapat kemudian kita share tanpa mencari tahu kebenarannya dan bijaksanalah saat kita memperoleh informasi yang boleh jadi kebenarannya belum bisa kita validasi. 

Akhirnya terima kasih saya ucapkan kepada narasumber dan moderator yang sudah mengedukasi saya untuk lebih paham dalam menangkal berita hoaks. Barakallah untuk ilmunya, moga bermanfaat bagi saya dan orang-orang di sekeliling saya. aamiin allahumma aamiin.

Maulidiawati




IDE MENULIS BAGI GURU

 JUDUL                    : PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI RESUME KE         : 1 GELOMBANG     : 23 TANGGAL              : 17 JANUARI 2022 T...