Rabu, 10 November 2021

WAJAH BARU MGMP BAHASA INGGRIS SMK KOTA PANGKALPINANG DII AKHIR 2021

 11 Nopember 2021


Alhamdulillah yaa Rabb, setelah sekian lama vacuum dalam kegiatan MGMP mapel Bahasa Inggris kota Pangkalpinang, Kamis pada tanggal 11 Nopember 2021 akhirnya kami bisa bertatap muka kembali melepas rindu dengan rekan guru seprofesi mengajar Bahasa Inggris. Dalam kegiatan kali ini ada beberapa agenda yang sudah direncanakan yaitu laporan pertanggungjawaban kepengurusan MGMP periode 2019-2021 sekaligus pemilihan kepengurusan MGMP periode 2021-2024. 

Tak ada gading yang tak retak, no body is perfect...dimulai dari tahun 2006 hingga 2021, diberi tanggung jawab dan dipercaya sebagai bendahara, maka sudah semestinya tampuk kepengurusan di bidang tersebut harus berganti agar setiap anggota merasakan dan belajar bagaimana bisa berperan bersama dengan anggota pengurus lainnya. Moga kegiatan apa saja  yang belum terealisasi dikarenakan keterbatasan dana atau saat proses kegiatan kurang maksimal dalam pelayanan, dari lubuk hati yang paling dalam saya mohon ampun kepada Allah SWT, dan memohon maaf kepada semua rekan-rekan sejawat.

Pada pertemuan perdana di penghujung masa pandemi Covid 19 ini pula, maka terbentuklah kepengurusan MGMP Bahasa Inggris Pangkalpinang periode 2021-2024, moga para pengurus yang baru semakin solid membersamai semua anggota MGMP dengan memberi warna baru pada wajah yang baru. Kami siap menerima pupuk ilmu agar semangat berkarya kami semakin subur untuk ditanamkan kepada sulur-sulur anak didik kami.

Selamat Purna bagi Kepengurusan MGMP Bahasa Inggris Periode 2019-2021, tetap semangat dan makin semangat berdikari menambah kompetensi profesionalitas kita, dan Selamat Bertugas bagi Kepengurusan MGMP Bahasa Inggris Pangkalpinang Periode 2021-2024, selalu semangat memberi sesuatu yang baru agar kami senantiasa berilmu.

Salam Sehat, Salam Semangat.... Man Jadda Wa Jadda

Maulidiawati

 

Selasa, 09 November 2021

YUK CEGAH CYBER BULLYING

Senin, 08 Nopember 2021

Judul                : Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)

Grup                : 3

Resume ke      : 4

Tema               : Yuk Cegah Cyber Bullying

Nara Sumber   : Wijaya Kusumah, S.Pd., M.Pd.

Moderator       : Rosminiyati, S.Pd

 

Assalamualaikum... sore hari Senin, 08 Nopember 2021 terdengar sapaan hangat sang ibu moderator, ibu Rosminiyati yang menjadi pengarah acara kegiatan GMLD hari keempat. Kali ini materi yang akan disampaikan tentang "Yuk Cegah Cyber Bullying". Pertemuan kali ini sejatinya akan disampaikan oleh Bapak Munif Chatib, namun dikarenakan kondisi beliau sedang kurang baik, maka materi tersebut disampaikan oleh Bapak Wijaya Kusumah atau yang lebih dikenal dengan Om Jay, dimana tanpa mengurangi makna tetap memberi motivasi kepada saya selaku peserta pemula di kegiatan GMLD ini.

"BULLY" begitu biasanya kata-kata yang sering kita dengar baik di lingkungan kerja, lingkungan sekolah, maupun di lingkungan sosial yang kita jalani maupun di rumah kita sendiri. Makna yang tersirat pun mengandung makna negatif berisi ejekan, tekanan, bahkan tindakan kekerasan yang berdampak buruk bagi psikologi maupun fisik seseorang. Hal ini bisa terjadi dikarenakan seseorang memiliki kelebihan sehingga merasa dirinya memiliki posisi diatas orang lain.

Lain dulu lain sekarang...jika dulu, kejadian mem"BULLY" bisa langsung kita lihat di dunia nyata, saat ini pun kejadian mem"BULLY" bisa juga dilakukan oleh seseorang melalui dunia maya, kecanggihan teknologi yang disalahgunakan menyebabkan penderitaan bagi orang lain baik secara fisik maupun psikologi dan dampaknya lebih dahsyat karena semua orang baik yang kita kenal maupun tidak kita kenal akan mengetahui kejadian buruk tersebut. Luka yang ditimbulkan berdampak dalam kurun waktu yang panjang. Hal ini tidak hanya menimpa orang-orang lokal saja tetapi bahkan bisa dialami orang-orang yang terkenal baik nasional maupun internasional, tidak memandang usia, bisa muda ataupun tua, bisa dilakukan oleh siapa saja bahkan orang terdekat pun bisa memungkinkan,

Kejadian di atas biasanya kita sebut dengan cyber bullying (perundungan dunia maya) karena bentuk hujatan, tekanan, baik yang berupa visualisasi ataupun audiovisual yang dilakukan seseorang melalui media sosial. Pergaulan yang luar biasa penuh intrik persaingan pun bisa memicu terjadinya cyber bullying. Apa sih sebenarnya yang harus kita lakukan untuk mencegah, membatasi dan bahkan menghentikan cyber bullying yang marak saat ini dan juga akibat yang ditimbulkan? Om Jay selaku nara sumber menyampaikan beberapa cara efektif yang dapat kita lakukan selaku orang tua, guru, pelajar dan anak-anak:

1. Jangan menanggapi, sekejam apapun hujatan di dunia maya, kita tidak perlu untuk menanggapinya.

2. Dengan tidak menanggapi hujatan yang muncul di dunia maya maka artinya kita tidak melakukan balas dendam terhadap aksi pelaku pembullyan.

3. Sebagai sikap untuk berjaga-jaga atau waspada, maka simpan semua bukti dengan melakukan screenshot karena pelaku yang tidak ditanggapi biasanya akan semakin gencar melakukan pem"bullyan".

4. Selalu menjaga adab dan etika kita di dunia maya

5.  Segera blokir nomor dan aksi pelaku

6. Laporkan kepada pihak yang berwenang jika dianggap sudah melampaui batas.

Untuk pembelajaran bagi diri kita agar terhindar dari perilaku cyberbullying, menurut Om Jay, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan sebagai peningkatan kewaspadaan diri diantaranya:

1. Ajari diri kita, anak-anak kita di rumah maupun siswa kita untuk memiliki rasa empati karena bisa memupuk pemahaman terhadap perasaan orang lain. 

2. Rasakan feeling kita, hati nurani kita yang tidak akan berbohong untuk selalu melakukan hal yang benar.

3. Mengontrol diri, sebelum melakukan tindakan ada baiknya berfikir terlebih dahulu. 

4. Respect, menghormati orang lain dengan cara kita memperlakukan orang lain dengan baik sebagaimana kita ingin diperlakukan dengan baik oleh orang lain.

5. Kebaikan Hati, sifat dasar manusia adalah memiliki kebaikan hati yang ditunjukkan dengan kepedulian terhadap kesejahteraan, keberadaan dan perasaan orang lain.

Dari kelima hal diatas bisa kita simpulkan bahwa orang yang baik, berkarakter baik pasti akan selalu melakukan hal-hal yang baik dimanapun dia berada baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Ketakutan yang ada di diri seseorang untuk melukai perasaan seseorang akan menghindarkan dirinya dari perbuatan mem"Bully" baik secara langsung maupun melalui media digital. "So...STOP BULLYING, JUST DO THE RIGHT ONE".

Terima kasih atas materi dan ilmu yang sudah di dapat selama mengikuti kegiatan MGLD di hari keempat ini, moga Om Jay dan Bu Ros slalu diberi keluasan ilmu dari Yang Maha Berilmu. Aamiin allahumma aamiin. 


Maulidiawati




Minggu, 07 November 2021

MENGEMBANGKAN MINAT DAN BAKAT MELALUI DUNIA DIGITAL

Jum'at, 05 Nopember 2021

Judul                : Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)

Grup                : 3

Resume ke       : 3

Tema                : Mengembangkan Minat dan Bakat Melalui Dunia Digital

Moderator        : Mz Phia

Hari ketiga kegiatan GMLD menampilkan Pak Aris Ahmad Jaya selaku Narasumber, dan Mz Phia sebagai moderator. Jikalau pada pertemuan 1 dan 2 Narasumbernya baru saya ikuti dan saya dengar materinya via WAG, pada pertemuan ketiga ini bertemu kembali dengan Pak Aris, dimana sebelumnya saya mengikuti kegiatan ABCo dan MGM5 dengan beliau sebagai narasumbernya, namun karena keterbatasan waktu sering terlewati moment kegiatan yang ditawarkan, alhamdulillah bisa bertemu lagi dengan Pak Aris, matur nuwun Pak. Yang tak kalah serunya Mz Phia selaku moderator penuh dengan senyum saat memandu acara sehingga menghilangkan kantuk yang mendera.
Pak Aris yang selalu penuh trik dalam menyampaikan materi kali ini mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan kata "bakat". "Apa sih sesungguhnya bakat itu?" Jawaban para peserta rata-rata memiliki persamaan dan bisa disimpulkan oleh Pak Aris yaitu kemampuan yang dimiliki seseorang sejak lahir namun tidak akan muncul jika tidak diasah. Ibaratkan dengan diri kita, sebaik apapun bakat yang kita miliki tidak akan terlihat manakala kita tidak pernah mengasahnya, kemampuan yang kita miliki akan tertutup dengan sendirinya.
Dalam penyampaian materi ini, Pak Aris pun menampilkan tes temu bakat yang bisa kita temui alamatnya saat kita googling. Artinya kita bisa menemukan bakat kita melalui dunia digital, bagaimana caranya??? 
Dalam hal ini Pak Aris memberi sangu trik berupa 4T yaitu Titi, Tiru, Tambah-tambahi, dan Temu.
1. Titi = Titeni maksudnya amati dan fokus pada apa yang menjadi keinginan kita, dimana sesungguhnya minat kita yang saat ini bisa kita jumpai banyak hal dari dunia digital.
2. Tiru, silahkan diikuti contoh-contoh yang bisa di ambil dari media digital tentang hal yang berkaitan dengan minat kita, sebagaimana yang dicontohkan Pak Aris dalam permainan trik sulap, sehingga mengundang banyak peserta untuk mempraktikkannya.
3. Tambah-tambahi, maksudnya apa yang sudah kita tiru bisa kita tambah-tambahi  atau modifikasi agar nampak berbeda dari sebelumnya dengan cara belajar dari berbagai sumber yang ada di dunia digital dan juga belajar dari banyak orang  .
4. Temu, sudah ketemu dengan bakat kita maka temui orang-orang yang ahli dan mahir dalam dunia bakat kita dengan cara mengikuti dan menghadiri setiap kegiatan-kegiatan yang mereka tawarkan, dan percaya diri untuk melakukan sesuatu sesuai dengan bakat yang kita miliki.
kita bisa buat panggung sendiri untuk menyalurkan bakat kita tanpa harus menggunakan panggung orang lain. 
Tiga hal yang menjadi motivasi dan berkesan bagi saya yang menjadi Quotes Pak aris yaitu kita dikenang karena memberi bukan karena menerima. Lakukan yang terbaik karena kebaikan yang kita lakukan menjadikan kita jadi bagian dari sejarah hidup. Cintailah apa yang kita kerjakan, kerjakanlah apa yang kita cintai, maka lihatlah keajaiban yang akan terjadi. lakukan yang terbaik karena anda adalah orang baik.
Akhirnya, bisa disimpulkan bahwa dalam pertemuan ketiga ini mengupas tentang dunia digital bisa menjadi salah satu media untuk menemukan dan mengasah serta mengembangkan minat dan bakat seseorang.
Terima kasih kepada Narasumber dan moderator yang sudah menyampaikan dan mendiskusikan materi ini, semoga bermanfaat untuk kita semua. Aamiin allahumma amiin.


Maulidiawati


  

Kamis, 04 November 2021

YUK KELOLA JEJAK DIGITAL YANG BAIK

 Rabu, 03 Nopember 2021

Judul                : Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)

Grup                : 3

Resume Ke     : 2

Tema               : Yuk Kelola Jejak Digital yang Baik

Nara Sumber   : Dedi Dwitagama

Moderator       : Helwiyah


Memasuki hari ke 2 Pelatihan GMLD, sambil berjibaku dengan segala aktivitas keseharian, alhamdulillah saya bisa mengikuti materi tentang Yuk Kelola Jejak Digital Yang Baik, yang disampaikan oleh Pak Dedi Dwitagama sebagai narasumber dan dimoderatori oleh ibu Helwiyah via WA Grup.

Saat itu saya merasa amazing bahwa pelatihan ini bisa dilaksanakan secara serentak diikuti 6 grup dan semua peserta nampak antusias termasuk diri saya sendiri yang biasanya hanya menjadi penonton dan pendengar setia, namun saat Pak Dedi menanyakan kepada semua peserta "adakah nama guru atau dosen yang dikenang dan berkesan selama sekolah atau kuliah?". Tanpa saya sadari saya pun ikut larut andil untuk menuliskan nama guru yang berkesan dalam hati saya hingga saat ini.

Namun ketika ditanyakan kembali apakah guru saya ada dalam gambar yang ditampilkan saat googling?


 kenyataannya saya tidak melihat sosok yang menjadi idola saya tersebut, hal ini menunjukkan bahwasanya kita bisa saja membekas dalam ingatan orang-orang tercinta di sekeliling kita, dalam ingatan anak didik kita, namun seiring perkembangan zaman dan kesibukan masing-masing, kita tidak bisa mencari jejak up date tentang orang yang berkesan di hati kita.

Saya termasuk orang yang kaku dengan perkembangan era digital ini awalnya karena bagi saya tidak perlu mengumbar semua tentang diri kita di media digital, cukup kita dikenang saja. Namun ada ungkapan yang disampaikan oleh Pak Dedi yang bisa saya simpulkan bahwa "silahkan anda hanya menjadi lilin saja yang sifatnya hanya untuk memberi penerangan lalu mati tanpa bersisa", maknanya adalah semua kebaikan yang kita tebar, kata-kata bijak yang kita sampaikan tidak meninggalkan jejak apapun yang bisa dibaca dan dilihat kembali sebagai pengingat diri. hal ini menjadi motivasi bagi saya untuk nantinya belajar bagaimana menebar kebaikan meskipun hanya dalam untaian kata.

Seperti yang dikatakan Pak Dedi dalam kalimatnya melalui peribahasa Gajah mati meninggalkan gading, Harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama. Harapan kita terutama diri saya sendiri tidak berharap itu terjadi, paling tidak ada jejak kebaikan yang bisa ditinggalkan di media digital.

Terima kasih kepada narasumber dan moderator, moga senantiasa dilimpahi barokah atas motivasi, informasi dan pengetahuan yang diberikan kepada peserta GMLD di pertemuaan ini.

Maulidiawati 



Rabu, 03 November 2021

MEMBANGUN DIGITAL SPACE YANG AMAN UNTUK ANAK

 

Senin, 01 Nopember 2021

Judul             : Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)

Grup             : 3

Resume ke    : 1

Tema            : Membangun Digital Space yang Aman untuk Anak

Nara Sumber : Wijaya Kusuma, S.Pd., M.Pd.

Moderator    : Dail Ma'ruf, M.Pd.


Selasa, tanggal 2 November 2021 awal saya bergabung di grup 3 setelah diinfokan sebelumnya di grup MGMP Bahasa Inggris SMK Kota Pangkalpinang, namun hati belum terketuk untuk bergabung dikarenakan banyaknya kegiatan sehingga takut untuk mendaftar karena saya fikir bakalan sulit untuk fokus dengan kegiatan GMLD (Guru Motivator Literasi Digital). Namun siangnya saya kembali disuguhi dengan kiriman blog teman yang harus saya komentari, dan sayapun memberi komentar.

berawal dari komentar itulah hati terdorong untuk ikut serta mendaftar dalam kegiatan GMLD, meskipun terlambat, tapi saya yakin saya bisa mengikuti pelatihan ini dengan baik. Hari ini saya mulai membuat Blog dengan arahan teman, hingga akhirnya bisa terwujud blog pribadi yang awalnya tidak terpikir sama sekali untuk memiliki blog ini.

Tema yang disampaikan oleh Om Jay tentang Membangun Digital Space yang Aman untuk Anak sangat cocok dengan kondisi saya sebagai orang tua yang keduanya harus bekerja meninggalkan anak-anak yang masih dalam usia antara 8 tahun sampai dengan 11 tahun. Dimana pada masa Pandemi ini anak-anak kami harus belajar secara online tanpa adanya pengawasan dari orang tuanya. Sempat khawatir juga untuk meninggalkan HP di rumah namun tuntutan agar anak-anak tidak tertinggal pelajaran, maka mereka harus dibekali dengan 1 HP untuk di pakai secara bergiliran.

Dari materi yang disampaikan Om Jay, ada beberapa cara yang tentunya efektif untuk diterapkan dalam membangun digital space yang aman untuk anak, yaitu:

1. Mengajak anak untuk mengetahui perkembangan dunia digital.

2. kita harus memahami psikologi anak anak dan perkembangannya dalam dunia digital.

3. Kita harus menyadarkan anak tentang apa saja resiko kejahatan siber pada anak

4. Aman dan nyaman berinternet bersama keluarga tercinta.

Dari keempat poin di atas semuanya mempunyai makna yang signifikan bagi orang tua yang harus memiliki peran untuk menjadi bijak dan tepat dalam memberikan kesempatan kepada anak untuk lebih bisa menggunakan HP tanpa harus menimbulkan phobia yang berdampak negatif bagi tumbuh kembangnya kepribadian dan pemikiran anak-anak.

 Om Jay pun menjelaskan bahwa membangu digital space yang aman untuk anak harus dimulai dari kita sebagai orang tua. Ibarat membangun rumah, maka pondasinya harus kuat dan kita pun harus melandasi dasar pendidikan kita ibarat dengan menanam pohon pendidikan, yaitu akarnya berupa Moral dan budaya, batangnya berupa ilmu pengetahuan, rantingya amal perbuatan, daunnya tali silaturahmi dan buahnya berupa kebahagiaan.

begitu menyentuhnya materi Om Jay yang saya baca, semoga bermanfaat bagi saya khususnya dan bagi orang tua umumnya, menghilangkan segala ketakutan yang ditimbulkan dari memberi kebebasan menggunakan HP bagi anak-anak kita.

Maulidiawati

IDE MENULIS BAGI GURU

 JUDUL                    : PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI RESUME KE         : 1 GELOMBANG     : 23 TANGGAL              : 17 JANUARI 2022 T...