Rabu, 08 Desember 2021

KETERAMPILAN DIGITAL UNTUK MASA DEPAN YANG CERAH

 Rabu, 24 November 2021

Judul                    : Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)

Grup                    : 3

Resume ke          : 11

Tema                   : Keterampilan Digital untuk Masa Depan yang Cerah

Nara Sumber      : Deni Darmawan 

Moderator          : Helwiyah


Assalamualaikum Bapak/Ibu guru hebat. Memasuki pertemuan ke-11, dengan segudang kesibukan, saya masih menyempatkan diri, sedikit memaksa untuk membaca kembali materi yang dishare di WAG. Penulisan resume yang terlambat menambah deretan kegiatan yang harus dikejar deadline.

Materi GMLD pada pertemuan ke-11 ini disampaikan oleh Pak Deni atau lebih dikenal sebagai Uncle D sebagai nara sumber dan ibu Helwiyah sebagai moderatornya. Tak lupa ibu Helwi selalu menyapa dan memberikan motivasi dan semangat sebagai pembuka kegiatan serta menjelaskan agenda yang akan dilakukan.

Uncle D sebagai nara sumber mulai menyampaikan materi yang diawali dengan menyapa hangat dan memperkenalkan diri. 

Pada pertemuan kali ini Uncle D menyampaikan penegasan tentang posisi kita sekarang ditengah perkembangan teknologi yang sudah memasuki era society 5.0.

OMG....4.0 saja masih belum tercapai target yang diinginkan, kita sudah memasuki era 5.0. Alhamdulillah pertemuan kali ini Pak Deni ternyata menguatkan lagi mengenai revolusi industri 4.0 atau keterampilan abad 21.

keterampilan abad 21 meliputi ctand critical thinking, creativity, communication and collaboration, atau yang lebih dikenal dengan 4C. Keterampilan 4C ini bukan diperuntukkan bagi siswa saja namun para guru juga dituntut untuk bertransformasi menjadi guru abad 21 yang memiliki keterampilan literasi digitalnya mumpuni. 

Uncle D menjelaskan bahwa literasi digital merupakan pengetahuan dan kemampuan serta kecakapan menggunakan teknologi digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam proses menemukan, mengevaluasi, menggunakan, dan membuat informasi, serta memanfaatkan secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat dan patuh hukum. ini terkait dengan adab dan etika kita saat menggunakan peralatan digital.

Untuk itu, dalam memahami dan mengembangkan ketrampilan digital sesuai amanah dunia pendidikan adalah memiliki keterampilan 4C.

Selanjutnya uncle D menjelaskan satu per satu keterampilan 4C terkait dengan dunia digital ini.

1. Critical Thingking atau Berpikir kritis merupakan cara berpikir kritis dalam memanfaatkan dan membaca peluang teknologi digital dan kemampuan menerima atau memilah informasi misalnya terkait dengan informasi hoax.  Salah satu cara untuk berpikir kritis dan logis yaitu dengan menggunakan rumus 5W 1H. Keterampilan berpikir kritis ini dapat membantu kita dalam memecahkan permasalahan yang terjadi. Semakin kritis cara berfikir seseorang maka semakin tajam pula daya pikirnya memilah info yang layak atau tidak layak dikonsumsi.

2. Creativity atau kreatif. Orang yang kreatif selalu thinking out of the box. Terus menggali ide, mencari ide, dan membuat ide-ide baru atau berinovasi.  Dunia digital menawarkan kita berbagai platform, aplikasi dan media untuk berkreatifitas tanpa batas untuk menyampaikan ilmu dan menyalurkan ide. Ide mampu diwujudkan dalam sebuah karya yang bermanfaat untuk orang banyak. Guru mempunyai segudang ilmu dan ide, jadi guru dapat membuat karya berupa konten kreatif untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui dunia digital, guru mampu menyentuh hati siswa dengan konten yang bermanfaat.

3. Collaboration atau kolaboarsi merupakan keterampilan bekerja sama dengan tim atau kelompok misalnya guru membuat suatu projek konten kreatif pembelajaran melalui aplikasi tertentu. Keterampilan ini mendorong setiap anggota kelompok untuk saling sharing ide sehingga mampu mendobrak kreatifitasnya dan berkontribusi satu sama lainnya. Sebagai contoh kolaborasi yang dilakukan Om Jay dengan guru-guru hebat lainnya dalam melaksanakan program kelas-kelas super seperti menulis dan GMLD ini. Tanpa kolaborasi, sulit rasanya mewujudkan program kelas-kelas “super keren” ini.

3. Communication atau komunikasi merupakan keterampilan meyampaikan ide dan karya melalui dunia digital misalnya melalui berbagai media sosial seperti Facebok, IG, YouTube, atau blog. Sebagai contoh banyak guru yang mengupload video pembelajaran atau tutorial di YouTube. Selain itu, para guru di kelas menulis maupun GMLD ini juga memanfaatkan blog untuk menulis resume dari materi yang didapat. Alhasil, banyak guru yang pandai menulis bahkan menerbitkan berbagai buku. Selain dapat menyampaikan ide kreatif, karya atau ilmunya, dengan memanfaatkan platform digital, guru juga mendapatkan kesempatan mengembangkan diri, pujian bahkan point, koin, atau cuan.

Dari apa yang disamapaikan oleh uncle D pada pertemuan ini sangat penting bagi kita guru untuk terus mengembangkan keterampilan 4C dalam menjawab tantangan perkembangan dunia digital sehingga kita semua dapat memiliki keterampilan digital yang mempuni untuk masa depan yang cerah.

Oleh karena itu, sebagai guru kita semua harus bisa, mau dan cepat belajar, beradaptasi dan bermigrasi dengan segala perubahan teknologi yang terjadi begitu cepat. Terlebih lagi kita harus menyadari bahwa generasi yang ingin kita cerdaskan serta motivasi adalah generasi Z, Generasi Emas Indonesia. 

Suka sekali dengan closing statementnya uncle D:

Kadang, batuk akik itu jika tidak di gosok tidak akan menjadi batu yang mahal. Pada dasarnya setiap manusia diberikan potensi, jika kita asah, maka akan menjadi ketrampilan.  

Tak ada usaha yang mengkhianati hasil, man jadda wa jadda. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan sukses. Semoga keterampilan digital yang sudah kita pelajari dan kita bangun selama ini mampu menjembatani masa depan yang cerah, yang bisa memberi kebermanfaatan bagi insan yang bernyawa. 

Wassalamualaikum

Maulidiawati






BERBAGI PRAKTIK BAIK LITERASI DIGITAL

Rabu, 08 Desember 2021

Judul                        : Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital

Grup                        : 3

Resume ke              : 17

Tema                       : Berbagi Praktik Baik Literasi Digital

Nara Sumber          : Maria Sumakul Magdalena

Moderator              : Ms Phia

Assalamualaikum, selamat sore, good afternoon, begitu salam hangat Ms Phia menyapa bapak ibu guru hebat peserta GMLD pertemuan ke 17. Tak terasa kuliah sore hari Rabu sudah memasuki pertemuan ke 17 sementara itu begitu banyak PR Resume pada pertemuan yang lalu menumpuk menunggu untuk dikerjakan, ditambah pula tanggung jawab lainnya yang sama-sama harus segera diselesaikan. Menyimak dan memahami tiap bait rangkaian kata sambil menikmati perjalanan sore menuju kota Muntok, Babar.

Tema yang akan dipaparkan pada sore ini adalah "Berbagi Praktik Baik Literasi Digital" yang akan disampaikan oleh seorang penulis handal yang aktif diberbagi praktik baik di dunia digital dengan mengajar coding dan banyak lagi kegiatan baik lainnya, yaitu ibu Maria Sumakul Magdalena sebagai nara sumber. 

Tak kenal maka harus kenal, begiu Ms Phia sebagai moderator memperkenalkan dengan menunjukkan Biodata ibu Maria Sumakul Magdalena.

Biodata Narasumber
Maria Magdalena Sumakul saat ini mengajar Komputer di SMP Tarakanita 5 Jakarta Selatan, SDTarakanita 1 dan SD Karakter. Sebelumnya selama 25 karier menjadi pendidik, Maria  pernah mengajar di SD Tarakanita Gading Serpong, TK dan SD Tarakanita 1, 2, dan 3, SD Materdei Pamulang, TK & SD Santa Ursula BSD, Pelatihan anak autis Pelangi Harapan di Pulo Mas, TK & SD Tirta Marta BPK Penabur, SD Pangudi Luhur Haji Nawi, Jakarta Selatan, SD Penabur Tangerang, dan SD Regina Caeli Cilengsi. Maria telah menulis sederet buku informatika yaitu : Buku Coding, ‘Saya Bisa Coding’ Level 1, 2, 3, 4; Buku Panduan Guru & Orang Tua Untuk SD / MI Penerbit Andi Jogja dan Buku Informatika SD/MI Kelas 4, 5 & 6 Penerbit Andi Jogja. Maria bisa di hubungi melalui surel mariasumakul@yahoo.com & sumakulmaria1@gmail.com.
Seperti biasa pertemuan sore ini akan di bagi menjadi 4 sesi
1. Pembukaan
2. Pemaparan materi
3. Sesi Diskusi
4. Penutupan

Ibu Maria memiliki aktivitas yang padat, tapi Alhamdulillah beliau berkesempatan memberikan waktu untuk membagikan ilmu kepada kami Guru Motivator literasi digital. Pada pertemuan ini Ms Phia membersamai narasumber dengan media voice dan slide presentasi  Supaya lebih interaktif. Pertama tama narasumber menjelaskan pengertian literasi digital melaui pesan suara atau voice. Literasi digital adalah pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat alat komunikasi atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi dan memanfaatkannya

Secara bahasa literasi digital adalah merupakan pengetahuan dan kecakapan dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi, jaringan internet dan lain sebagainya.

Disisi lain juga ibu Maria juga memaparkan manfaat yang kita dapatkan dalam mempelajari literasi digital secara individu antara lain adalah :
1. Menambah wawasan individu, kegiatan dan memahami informasi.
2.  Meningkatkan kemampuan individu untuk lebih kritis dalam berpikir serta memahami informasi.
3.  Menambah penguasaan kosakata individu dari berbagai informasi yang dibaca.
4.  Meningkatkan kemampuan verbal individu.
5.  Meningkatkan daya fokus dan konsentrasi individu.
6.  Meningkatkan kemampuan membaca dan menulis informasi.

Dari kita memahami manfaat literasi digital kepada personal atau individu, harusnya juga mempunyai hubungan literasi digital dengan dunia pendidikan. Dari hubungan itu literasi digital mampu mengembangkan dunia pendidikan. Intinya literasi digital yang semakin baik akan membuka akses terhadap informasi yang lebih luas. Dengan cara ini, kualitas sektor pendidikan dapat ditingkatkan.

Menurut menteri pendidikan Bapak Nadiem Anwar Makarim mengungkapkan bahwa pemanfaatan teknologi mampu mengakselerasi tranformasi pendidikan dan mendorong lompatan kemajuan khusus di masa pandemi covid-29. Dengan syarat pemanfaatan teknologi secara tepat sasaran dan kecakapan digital. Kecakapan digital mencakup kemampuan dalam mengelola dan memanfaatkan sumber sumber digital secara bijak.

Ada beberapa pertanyaan yang sering terdengar dimasyarakat kenapa literasi digital harus diajarkan dalam dunia pendidikan? Karena usia anak anak yang masih labil dan banyak berinteraksi  dengan media sosial rentan terhadap pengaruh negatif. Perlunya pemahaman literasi digital mampu mencegah terjadinya cyber bullying atau phising penipuan berkedok iming iming di dunia digital.

Adapun bentuk contoh literasi digital baik disekolah maupun dirumah.
 Disekolah
Komunikasi dengan guru menggunakan media sosial.
- Mengirim tugas Melalui media email
- Pembelajaran secara online
- Mencari sumber belajar di internet 
Dirumah
- Melakukan penelusuran dengan browser
- Mendengar musik atau video dengan streaming
- Melihat tutorial memasak di internet
- Mengunakan laptop yang terhubung internet untuk mengerjakan tugas 

Adapun perlunya memahami tujuan pembelajaran literasi digital disekolah diharapkan agar bisa bermanfaat bagi warga sekolah, diantaranya :
1. Meningkatkan kapasitas guru menyajikan pembelajaran yang menarik melalui pemanfaatan media digital.
2. Mengintegrasikan kompetensi dasar dalam pembelajaran untuk kecakapan digital.
3. Menumbuhkan karakter baik melalui pemanfaatan media digital dengan mengutamakan etika dan moral sosial.

Dari beberapa paparan diatas bisa disimpulkan bahwa betapa besar manfaat literasi digital bagi siswa yaitu : 
@ Meningkatkan kemampuan siswa lebih kritis dalam berpikir serta memahami informasi
@Menambah kosakata
@Meningkatkan kemampuan verbal
@Meningkatkan fokus serta konsentrasi.
tanpa disadari siswa akan memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi saat mereka harus bersaing sehat dengan siswa lainnya baik secara verbal maupun prestasi.

Pada akhirnya praktek baik didalam pengembangan literasi digital dengan media digital akan memudahkan kita dalam melakukan aktivitas kehidupan sehari hari. Contoh kita sebagai guru mampu mempraktekkan integritas mapel yang kita ampu, misalnya silabus dengan perangkat mengajar lainya, antara rencana pembelajaran dan medianya. Segala sesuatu yang berkaitan dengan pengajaran yang kita lakukan di kelas bisa kita integrasikan agar pendidikan karakter yang ingin kita sampaikan benar-benar terlaksana. 
Kesimpulannya adalah tidak bisa kita pungkiri bahwa kehadiran teknologi memudahkan umat manusia. Sebagai guru kekinian di era digital ini, kita harus menjadi pelaksana dari praktik baik literasi digital. Perpaduan literasi digital dan media digital dengan menitik beratkan kepada pembentukan manusia yang berkarakter, berakhlak dan bermoral akan membawa kita pada terbentuknya generasi pilihan.

Jadilah sosok yang menebar kebaikan meskipun itu hanya satu kata, semoga resume ini bisa bermanfaat untuk guru, siswa maupun saudara-saudara kita yang semakin cinta dengan literasi digital. Saatnya kita merubah dunia dengan praktik baik kita di dunia digital. 

Maulidiawati




IDE MENULIS BAGI GURU

 JUDUL                    : PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI RESUME KE         : 1 GELOMBANG     : 23 TANGGAL              : 17 JANUARI 2022 T...